Jumat, 3 April 2026

Berita Kriminal Gorontalo

Kronologi Kapten Kapal Pesan Narkoba di Gorontalo, Tertangkap saat Berlabuh di Tilamuta

Pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Boalemo bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya pengiriman

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kronologi Kapten Kapal Pesan Narkoba di Gorontalo, Tertangkap saat Berlabuh di Tilamuta
TribunGorontalo.com
KOLASE -- Kapten Kapal SPB Duta Pertiwi saat tertangkap tangan terima narkoba di Pelabuhan Tilamu dan saat ia berada di kantor kepolisian. 
Ringkasan Berita:
  • Kasus narkotika di Boalemo terungkap setelah polisi menindaklanjuti laporan warga tentang paket mencurigakan dari Palu. 
  • Melalui teknik pengawasan pengiriman, petugas berhasil menangkap seorang kapten kapal saat mengambil paket di Pelabuhan Tilamuta. 
  • Dari hasil penangkapan dan penggeledahan, ditemukan sabu serta alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsinya.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Boalemo bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya pengiriman paket mencurigakan dari Palu.

Laporan tersebut diterima Satuan Reserse Narkoba Polres Boalemo pada malam hari dan langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Adapun laporan ini diterima TribunGorontalo.com, Jumat (3/4/2026). 

Tim yang dipimpin Kasat Resnarkoba, Nirwan Damapoli, kemudian menelusuri jalur pengiriman paket.

Dari hasil pelacakan, diketahui barang tersebut dibawa menggunakan mobil rental menuju wilayah Boalemo.

Baca juga: Cuaca Gorontalo Hari Ini Jumat 03 April 2026: Siang Berpotensi Hujan, Beberapa

Sekitar pukul 05.00 Wita, petugas melakukan pencegatan terhadap kendaraan tersebut di wilayah Kecamatan Botumoito.

Dari hasil pemeriksaan terhadap sopir, terungkap bahwa paket itu akan dikirim ke Pelabuhan Tilamuta.

Setelah mengetahui tujuan pengiriman, polisi tidak langsung melakukan penyitaan.

Petugas memilih menerapkan teknik controlled delivery dengan membiarkan paket tetap berjalan, sambil melakukan pengawasan untuk mengetahui siapa penerima sebenarnya.

Pengintaian kemudian difokuskan di area pintu masuk pelabuhan di Desa Pentadu Timur.

Sejumlah personel ditempatkan di sekitar lokasi untuk memantau pergerakan paket hingga tiba di titik pengambilan.

Pada Rabu pagi (1/4/2026) sekitar pukul 06.00 Wita, seorang pria berinisial HR (38) datang ke lokasi dan mengambil paket tersebut.

Petugas yang telah bersiaga langsung mengamankan yang bersangkutan tanpa perlawanan.

Paket tersebut kemudian dibuka di lokasi dengan disaksikan aparat desa dan masyarakat.

Di dalamnya ditemukan satu sachet berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu, yang disembunyikan dalam lipatan pakaian.

Dari hasil pemeriksaan, HR diketahui merupakan kapten kapal SPOB Duta Pertiwi yang tengah bersandar di Pelabuhan Tilamuta.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah kapal tersebut.

Di dalam kamar kapten, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkotika, di antaranya alat isap (bong), kaca pirex, sedotan yang telah dimodifikasi, korek api gas, serta gunting.

Dalam pemeriksaan awal, HR mengakui bahwa barang tersebut dipesan dari Palu.

Kapal yang dinakhodainya diketahui berlayar dari Semarang dan sedang berlabuh di pelabuhan dengan membawa muatan bahan bakar jenis solar.

Seluruh barang bukti kemudian diamankan bersama pelaku ke Mapolres Boalemo.

Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk menelusuri jaringan peredaran narkotika lintas daerah yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Pelabuhan Tilamuta

Pelabuhan Pelabuhan Tilamuta menjadi salah satu titik penting aktivitas maritim di wilayah selatan Sulawesi, khususnya di Kabupaten Boalemo.

Berlokasi di Desa Pentadu Timur, pelabuhan ini berperan sebagai pusat distribusi barang dan penumpang yang menghubungkan daerah tersebut dengan berbagai wilayah lain di Indonesia.

Pelabuhan Tilamuta mulai dibangun pada tahun 2008 menggunakan pendanaan pemerintah dan resmi beroperasi setahun kemudian, yakni pada 2009.

Saat ini, pelabuhan tersebut berada di bawah pengelolaan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Sebagai pelabuhan regional, Tilamuta melayani berbagai aktivitas pelayaran, baik untuk angkutan barang maupun penumpang antar pulau.

Selain itu, pelabuhan ini juga mengelola sejumlah pelabuhan kecil di sekitarnya, termasuk di wilayah Pohuwato.

Dari sisi infrastruktur, pelabuhan ini memiliki kolam pelabuhan dengan luas sekitar 4.000 meter persegi dan kedalaman antara 9 hingga 12 meter.

Kondisi tersebut memungkinkan kapal berukuran menengah untuk bersandar dan melakukan aktivitas bongkar muat.

Keberadaan pelabuhan ini juga memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah.

Berbagai komoditas unggulan Boalemo seperti jagung, kelapa, dan produk turunan kelapa sawit didistribusikan melalui jalur laut ke sejumlah wilayah di Sulawesi dan sekitarnya.

Salah satu kapal yang rutin melayani rute dari pelabuhan ini adalah KM Sabuk Nusantara 113, yang menghubungkan Tilamuta dengan beberapa daerah.

Keberadaan jalur ini turut memperkuat konektivitas antar wilayah di kawasan Indonesia timur.

Pada tahun 2023, pemerintah mulai melakukan pengembangan infrastruktur pelabuhan dengan anggaran sekitar Rp51 miliar.

Proyek tersebut mencakup peningkatan fasilitas dermaga, trestle, serta akses jalan menuju pelabuhan guna mendukung aktivitas logistik yang semakin meningkat.

Selain itu, kerja sama antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 dengan Pemerintah Kabupaten Boalemo yang dituangkan dalam nota kesepahaman pada 2025 menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pelabuhan.

Pengembangan ini ditargetkan mampu mengangkat status Pelabuhan Tilamuta dari pelabuhan pengumpan menjadi pintu gerbang utama di wilayah selatan Gorontalo.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved