Pemkab Boalemo

Bupati Boalemo Rum Pagau Ungkap Program Unggulan Pertanian, Bambu Petuk hingga Durian

Bupati Boalemo Rum Pagau memaparkan mengungkapkan program unggulan di sektor pertanian guna mendorong  kesejahteraan masyarakat.

|
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
BOALEMO-- Bupati Boalemo, Gorontalo, Rum Pagau saat buka dengan resmi kegiatan peningkatan kapasitas pemerintah desa se-Kabupaten Boalemo yang digelar di Hotel Yulia, Senin (22/12/2025). Bupati Boalemo Rum Pagau mengungkapkan program unggulan di sektor pertanian guna mendorong  kesejahteraan masyarakat. 

Rum Pagau menargetkan, dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, Boalemo akan menjadi daerah yang makmur dengan bambu sebagai salah satu penggerak ekonomi utama.

“Target saya 10 tahun ke depan Boalemo makmur,” ujar Rum Pagau yang kini memimpin 152.850 jiwa penduduk.

Ia berharap Kabupaten Boalemo bisa menjadi pusat pengambilan bambu untuk kebutuhan bangunan, tidak hanya di dalam daerah tetapi juga untuk pasar nasional hingga ekspor.

“Bukan hanya untuk daerah, tapi sampai ke luar daerah bahkan ke luar negeri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rum Pagau menegaskan filosofi kepemimpinannya yang lebih mengedepankan inovasi ketimbang bantuan langsung.

“Saya lebih suka inovasi daripada bantuan-bantuan,” tegasnya.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tanpa konsep jangka panjang hanya bersifat sementara.

“Kalau saya kasih bantuan hari ini, besok habis,” ujarnya.

Rum Pagau berpasangan dengan Lahmudin Hambali meraih suara 42.490 pada Pilkada 2024 silam.

Rum Pagau sudah menjabat dua periode Bupati Boalemo periode 2012-2017 dan periode 2025-2030

Kota Tilamuta, Ibu Kota Boalemo berjarak sekitar 75 kilometer atau bisa ditempu kendaraan selama 1 jam 45 menit.

Bupati Boalemo Berikan Bantuan Bibit Kakao hingga Durian

Selain bambu, Pemerintah Kabupaten Boalemo juga menyiapkan program pengembangan tanaman durian untuk masyarakat. 

Selain itu, dia juga mendorong dan memberikan bantuan bibit kakao, jambu menteh dan sawit.

Ia menyebut durian sebagai tanaman bernilai ekonomi tinggi, meski membutuhkan waktu cukup lama untuk panen.

“Durian sekarang mahal, keuntungannya besar kalau dirawat,” ucapnya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved