Pemkab Boalemo

Bupati Boalemo Rum Pagau Ungkap Program Unggulan Pertanian, Bambu Petuk hingga Durian

Bupati Boalemo Rum Pagau memaparkan mengungkapkan program unggulan di sektor pertanian guna mendorong  kesejahteraan masyarakat.

|
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
BOALEMO-- Bupati Boalemo, Gorontalo, Rum Pagau saat buka dengan resmi kegiatan peningkatan kapasitas pemerintah desa se-Kabupaten Boalemo yang digelar di Hotel Yulia, Senin (22/12/2025). Bupati Boalemo Rum Pagau mengungkapkan program unggulan di sektor pertanian guna mendorong  kesejahteraan masyarakat. 

Bibit bambu, kata Rum Pagau, didatangkan dari Yogyakarta yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil bambu terbaik di Indonesia.

“Bibitnya kami beli dari Jogja, karena di sana penghasilan bambu paling banyak dan terjamin,” katanya.

Ia menegaskan, bambu berbeda dengan tanaman musiman lainnya karena dapat dipanen secara berkelanjutan.

“Kalau bambu ini bisa terus-menerus dipanen, beda dengan durian,” tegasnya.

Selain bernilai ekonomi, tanaman bambu juga dinilai ramah lingkungan dan mudah dalam perawatan. 

Rum Pagau menyebut bambu tidak membutuhkan perlakuan rumit seperti tanaman lain.

“Tanaman ini mudah dirawat, hasilnya banyak, dan lingkungan sekitar juga jadi sejuk,” ujarnya.

Ia bahkan memaparkan potensi keuntungan yang bisa diperoleh petani dari satu hektare lahan bambu.

“Kalau panen bisa sekitar 400 kali 40 ribu per hektare, jadi untungnya besar dan tidak repot seperti tenaman lain, tidak perlu pupuk,” terangnya.

Program bambu ini juga mulai menarik perhatian pihak luar negeri

Rum Pagau mengungkapkan, calon pembeli dari Eropa sudah menunjukkan minat serius terhadap bambu dari Boalemo. Ia menambahkan, ketertarikan tersebut bukan sekadar wacana.

“Orang Inggris dan Belgia akan datang ke Boalemo. “Saya bahkan dikejar sampai ke Jakarta kemarin,” ucapnya.

Saat ini kebutuhan bambu petuk masih banyak dan belum terpenuhi. Saat ini daerah yang menghasilkan bambu adalah NTT, jika berhasil Boalemo adalah daerah pertama di Sulawesi. 

"Pak Rahmat Gobel tertarik dan sangat konsen sekali, ada investor Dubai dan Jepang. Kita lakukan gerakan sejuta bambu," beber Lulusan  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi ini

Dia sudah meminta pihak perguruan tinggi untuk menyediakan bibit melalui metode kultur jaringan. "Saya tidak memikirkan diri sendiri, kalau hganya program bantuan sosial, terima langsung habis," ungkapnya

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved