Demo Pajak di Bone

Pemkab Bone Sulsel Batalkan Kenaikan Tarif Pajak 300 Persen Usai Didemo Warga

Tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) urung dinaikan 300 persen usai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone,

Editor: Wawan Akuba
TRIBUN TIMUR
RICUH PBB BONE - Bentrokan saat unjuk rasa penolakan kenaikan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) 300 persen di halaman kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan, Selasa malam (19/8/2025). Dalam aksi ini, belasan demonstran yang diduga terlibat dalam kericuhan ditangkap oleh kepolisian. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) urung dinaikan 300 persen usai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) didemo warganya. 

PBB-P2 adalah pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan, kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan dan pertambangan.

Menurut Sekda Bone, Andi Saharuddin, pembatalan kenaikan tarif PBB itu diambil sesuai arahan pusat. 

"Kita tunda dan kita akan kaji ulang," kata Andi,

Bahkan kata dia, pihaknya bakal mengevaluasi total kebijakan tersebut. Sebab wacana kenaikan ini memang temuan dari pemerintah sebelumnya. 

Keputusan membatalkan kenaikan "pajak tanah" itu diumumkan setelah demo penolakan berakhir ricuh pada Selasa petang. Pada pekan lalu, warga juga menggelar demo.

Setelah pengumuman ini, pembayaran PBB akan mengacu pada SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) lama.

"Kita kembalikan ke SPPT yang lama. Adapun yang sudah melakukan pembayaran akan kita sesuaikan," kata Saharuddin yang mewakili Bupati dan Wakil Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman dan Andi Akmal Pasluddin.

Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di depan Kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), berujung ricuh, Selasa (19/8/2025).

Dalam aksi ini, belasan demonstran yang diduga terlibat dalam kericuhan ditangkap oleh kepolisian.

Selain itu, ada sejumlah aparat yang mengalami luka. Berikut informasinya.

Suasana sempat memanas saat massa aksi berusaha menerobos barikade aparat keamanan.

Ketegangan makin meningkat setelah sejumlah demonstran melempar botol air mineral dan petasan ke arah petugas.

Polisi lantas merespons dengan menghalau massa menggunakan water cannon serta tembakan gas air mata ke udara.

Akibat kericuhan itu, sejumlah fasilitas umum di sekitar lokasi mengalami kerusakan ringan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved