Rabu, 18 Maret 2026

Berita Nasional

Polisi Temukan 2 Ibu Jual Bayinya ke ke Singapura, Total Korban 43 Bayi

Polda Jawa Barat mengungkap perkembangan terbaru kasus sindikat perdagangan bayi internasional yang menjual anak-anak Indonesia ke Singapura.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Polisi Temukan 2 Ibu Jual Bayinya ke ke Singapura, Total Korban 43 Bayi
TRIBUN
PELAKU PENJUALAN BAYI- Sebanyak 12 pelaku penjualan bayi berhasil diungkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Senin (14/7/2025). Polisi berhasil temukan dua ibu yang jual anaknya ke sindikat perdagangan bayi ke Singapura. Sebut masih proses tes DNA. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Polda Jawa Barat mengungkap perkembangan terbaru kasus sindikat perdagangan bayi internasional yang menjual anak-anak Indonesia ke Singapura.

Polisi kini telah mengidentifikasi dua ibu kandung yang tega menjual bayi mereka kepada jaringan tersebut.

Sindikat ini diketahui telah beroperasi sejak 2023 dengan modus adopsi.

Sejumlah bayi dikirim ke Pontianak untuk "dirawat" sebelum diterbangkan ke Singapura via Bandara Soekarno-Hatta, setelah melalui proses seleksi pembeli lewat panggilan video.

Baca juga: KPK Cium Jual Beli Kuota Haji Khusus, Mantan Menag Diperiksa Hampir 5 Jam

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, menyampaikan bahwa dua ibu tersebut berhasil ditemukan usai pemeriksaan terhadap tersangka utama bernama Astri Fitrinika.

Perempuan berusia 26 tahun itu dikenal dengan berbagai nama alias seperti Fira, Desi, hingga Annisa. Astri merupakan perekrut bayi untuk sindikat ini.

“Kami sudah dapati dua ibu bayi, dan saat ini sedang melakukan uji DNA untuk mencocokkan dengan delapan bayi yang telah kami amankan,” ujar Kombes Surawan, Jumat (8/8/2025).

Menurutnya, bayi dari dua ibu tersebut belum ditemukan, sementara para ibu sendiri mengaku tidak mengingat kondisi bayinya karena sudah diserahkan cukup lama.

Tes DNA menjadi satu-satunya cara untuk mencocokkan identitas.

43 Bayi Terlibat, 17 Sudah Diselamatkan

Total ada 43 bayi yang terlibat dalam sindikat ini.

Dari jumlah tersebut, 17 bayi berhasil diamankan sebelum sempat dikirim ke luar negeri. 

Delapan bayi lainnya berhasil diselamatkan dari jaringan internasional.

Satu bayi dilaporkan meninggal dunia di Pontianak karena sakit.

“Sudah kami cek ke rumah sakit, benar ada bayi yang meninggal karena sakit,” kata Surawan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved