Human Interest Story
Ismail, Penjaga Lapak Crepes di Gorontalo, Berhenti Kuliah Demi Biayai Sekolah Adik-adiknya
Ismail bekerja di lapak crepes ini sejak 2021. Ia awalnya menjalani tahap training selama lebih kurang satu minggu.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Ismail Wolinga (25) adalah seorang pria muda yang bekerja sebagai penjaga lapak crepes di Kota Gorontalo.
Ia rela meninggalkan kuliahnya demi membiayai sekolah adik-adiknya.
Ismail bekerja di lapak crepes ini sejak 2021. Ia awalnya menjalani tahap training selama lebih kurang satu minggu.
Setelah dinyatakan mampu, ia mulai menjalankan tugas sebagai penjaga lapak.
Ismail menceritakan bahwa ia bisa bekerja di lapak crepes ini, bermula dari informasi lowongan yang ia baca di media sosial.
"Waktu itu, saya dapat informasi lowongan kerja di media sosial, lalu saya coba daftar," ujar Ismail.
Saat ia mendaftar kerja, Ismail masih berstatus mahasiswa aktif Jurusan Bahasa Arab di Universitas Muhammadiyah Gorontalo.
Ia ingin fokus kuliah, tetapi keterbatasan ekonomi memotivasi Ismail untuk mencoba kuliah sambil bekerja.
Di awal-awal masa percobaannya, Ismail mengaku mampu melakonu dua peran itu dalam satu waktu. Namun, lama-kelamaan, ia mulai kewalahan.
"Saya coba jalani habis kuliah, langsung kerja, ternyata saya kewalahan," curhatnya.
Belum lagi, saat Ismail sudah mulai ditugaskan menjaga lapak, ia ditempatkan di cabang Kalimadu. Sedangkan ia tinggal di Kecamatan Limboto, Gorontalo.
Jarak tempuh rumah dan lokasi lapak yang cukup jauh, juga menjadi alasan ia berhenti kuliah, lalu fokus bekerja.
"Selain capek, ongkos transportasinya juga kalau saya hitung lumayan banyak, jadi saya pilih berhenti kuliah," tambah Ismail.
Ismail mengatakan, ia tidak menyesali pilihannya itu. Justru, ia merasa telah belajar banyak hal selama berproses menjaga lapak crepes.
"Saya belajar bagaimana cara mengelola keuangan, bagaimana cara melayani pelanggan, dan bagaimana cara bekerja keras," ujar Ismail.
Ismail juga memiliki impian untuk kelak bisa membuka usaha sendiri, saat sudah punya modal yang cukup.
"Selain untuk adik, hasil kerja ini juga saya kasih untuk orang tua. Dan, semoga bisa jadi tabungan modal untuk merintis usaha sendiri," tutup pria yang hobi sepak bola itu.(*)
9 Tahun di Balik Jeruji, Hendritis Saleh Eks Kadis PUPR Gorontalo Merasa Lebih Dekat dengan Allah |
![]() |
---|
Kisah Cinta Napi Gorontalo, Ridwan Kalatif Menikahi Mantan Kekasih di Dalam Lapas |
![]() |
---|
Kisah Deasinta Rian Hepat, Guru Ngaji Tulus yang Tak Pernah Menghitung Upah |
![]() |
---|
Kisah Elma, Pedagang UMKM Asal Telaga Biru Gorontalo Jualan di CFD, Ini Menu yang Dijajakan |
![]() |
---|
Sosok Stenly Dani, Guru Seni Budaya di Gorontalo Nyambi Jadi Fotografer |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.