Gempa Bumi
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Wilayah Sumba, Kedalaman 46 Km: Catatan Aktivitas Seismik di NTT
Wilayah Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali diguncang gempa bumi. Data gempa terbaru menunjukkan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (28/8/2025)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-Titik-gempa-bumi-di-NTT-baru-saja-terjadi-Kamis-sore-ini-28-Agustus-2025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Wilayah Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali diguncang gempa bumi.
Data gempa terbaru menunjukkan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (28/8/2025) pukul 17:25:48 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,1.
Pusat gempa berada pada koordinat 9,35 Lintang Selatan dan 119,32 Bujur Timur dengan kedalaman 46 kilometer. Lokasi tersebut masuk dalam Sumba Region, Indonesia.
Meski berkekuatan relatif kecil, gempa ini tercatat sebagai bagian dari aktivitas seismik aktif di wilayah Nusa Tenggara.
Hingga kini, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban jiwa.
Peta Gempa Padat di Sekitar Flores dan NTT
Berdasarkan peta seismik, dalam beberapa hari terakhir titik-titik gempa bertebaran di kawasan Sumba, Flores, hingga Laut Sawu.
Warna merah mendominasi peta, menandakan rentetan aktivitas gempa dengan berbagai magnitudo, sebagian besar terjadi pada kedalaman menengah hingga dangkal.
Kondisi ini sesuai dengan karakteristik tektonik NTT yang berada di pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.
Zona subduksi di selatan Sumba dikenal aktif melepaskan energi, baik berupa gempa kecil hingga gempa besar yang berpotensi merusak.
Catatan Gempa di Sumba dan Sekitarnya
NTT bukan wilayah baru bagi aktivitas gempa kuat. Pada tahun 1977, Sumba pernah diguncang gempa besar bermagnitudo 7,7 yang memicu tsunami di wilayah pantai selatan.
Sementara di Flores, tahun 1992, terjadi gempa 7,8 yang menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia.
Meskipun gempa pada 28 Agustus 2025 ini hanya bermagnitudo 3,1, para ahli mengingatkan bahwa gempa kecil sering menjadi bagian dari aktivitas normal lempeng, sekaligus pengingat bahwa kawasan tersebut tetap rawan gempa besar.
Pentingnya Kesiapsiagaan