Rabu, 11 Maret 2026

Gorontalo Hari Ini

Sosok Venny Rosdiana Anwar, Kandidat Kuat Calon Ketua DPD I PDIP Gorontalo

Nama Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Venny Rosdiana Anwar, mencuat sebagai kandidat kuat yang digadang-gadang akan maju dalam kontestasi ini.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sosok Venny Rosdiana Anwar, Kandidat Kuat Calon Ketua DPD I PDIP Gorontalo
TribunGorontalo.com
CALON KETUA - Venny Rosdiana Anwar, anggota DPRD Provinsi Gorontalo saat berbincang di Podcast di TribunGorontalo.com, Kamis (29/5/2025). Venny saat ini digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat calon Ketua DPD I PDIP Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO. COM – Penjaringan kandidat calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Gorontalo akan segera dibuka. 

Nama Venny Rosdiana Anwar mencuat sebagai kandidat kuat yang digadang-gadang akan maju dalam kontestasi ini.

Meskipun belum memberikan pernyataan resmi mengenai pencalonan dirinya, Venny tidak menutup diri.

"Kita lihat nanti, karena kita masih menunggu dulu pelaksanaan Konferda. Kalau memang ada usulan, saya siap maju," ujar Venny kepada TribunGorontalo.com, Senin (25/8/2025).

Setelah Kongres PDIP di Bali yang kembali mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum, Venny  menjelaskan bahwa partai akan segera menggelar Konferensi Daerah (Konferda) di berbagai daerah, termasuk Gorontalo. 

Salah satu agenda utama Konferda adalah pemilihan Ketua DPD I.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Gorontalo yang juga kader PDIP, Ariston Tilameo, menyatakan bahwa semua kader memiliki peluang untuk maju. 

Menurutnya, dalam penjaringan dan penyaringan akan ada tiga nama yang diusulkan sesuai aturan partai.

"Karena kita diberikan peluang tiga kandidat untuk DPD, nanti kita lihat tiga nama itu," ungkap Ariston.

Ia menambahkan, sebagai kader, dirinya siap mendukung Venny Anwar jika benar-benar maju. 

"Karena Ibu Venny maju, tentunya sebagai kader kita pasti dukung. Siapapun kader kita akan dukung," ujarnya. 

Ariston juga membocorkan bahwa ada kandidat lain dari Kota Gorontalo yang sudah menyatakan niat untuk maju, namun namanya masih dirahasiakan.

Sosok Venny Rosdiana Anwar

Lahir, tumbuh, dan besar di Gorontalo, Venny menghabiskan masa sekolahnya di SMA Negeri 1 Gorontalo (1988 - 1991).

Ia melanjutkan studi di Universitas Hasanuddin, Makassar selama periode 1991 hingga 1996.

Setelah lulus pada 1996, ia kembali ke Gorontalo dan memulai kariernya sebagai bankir di bank swasta selama enam tahun. 

Venny baru melanjutkan program S2 di Universitas Negeri Solo tahun 2005, dan selesai tahun 2007.

Meskipun sudah memiliki pekerjaan, keinginan untuk menjadi PNS tidak pernah padam. 

Menurutnya, Gorontalo yang baru menjadi provinsi saat itu menawarkan banyak peluang di sektor pemerintahan.

Karier Politik 

Titik balik hidupnya terjadi setelah ia menikah dengan Tonny Junus, yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Gorontalo. 

Tanpa sepengetahuan Venny, sang suami mendaftarkannya sebagai pengurus PDI Perjuangan. 

Venny yang tidak memiliki latar belakang politik sama sekali mengaku panik. Ia hanya diberitahu bahwa namanya dibutuhkan untuk "keperluan berkas."

Kejutan berlanjut pada Pemilu 2004. Tonny kembali mencalonkan Venny sebagai anggota DPRD Kabupaten Gorontalo untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan. 

Venny terkejut karena ia tidak berharap akan terpilih, apalagi ia masih ingin menjadi PNS. 

“Saya tidak punya basic politik sama sekali. Tapi waktu itu sistem pemilu masih berdasarkan nomor urut, dan saya di urutan pertama," ungkap Venny dalam podcast TribunGorontalo.com, pada Kamis (29/5/2025).

Namun, takdir berkata lain. Meskipun perolehan suaranya tidak banyak, Venny berhasil terpilih.

Keputusan besar harus ia ambil, meninggalkan kariernya sebagai bankir. Hatinya berat, karena ini bukan pilihan hidupnya. Namun, nasihat sang ayah agar ia menjalani saja "anugerah" ini menjadi penguat.

Menjadi Wakil Rakyat

Di awal masa jabatannya, Venny mulai turun ke lapangan, mengunjungi desa-desa, dan mendengarkan langsung keluhan warga. 

Perlahan, ia mulai memahami arti dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat. 

Rasa tanggung jawab itu tumbuh dan menguat, mengubah pandangannya terhadap dunia politik yang awalnya ia anggap asing.

Kerja kerasnya terbayar. Pada Pemilu 2009, ia berhasil meraih suara terbanyak, bahkan mengalahkan pesaing-pesaing senior. Ia membuktikan bahwa kedekatan dengan masyarakat lebih penting daripada asal-usul.

Prestasi Venny terus meningkat. Ia pernah menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan dan berhasil membawa partai meraih enam kursi, menjadikannya nahkoda di legislatif Kabupaten Gorontalo.

Kariernya terus menanjak hingga ia dipercaya maju ke tingkat provinsi pada 2014 dan berhasil lolos. Hasil serupa juga ia raih pada Pemilu 2019 dan 2024.

Sebagai seorang ibu dan politisi, Venny menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan tugasnya di rumah dan di dewan. 

Ia mengenang momen saat menjemput anaknya di sekolah, yang membuatnya sadar bahwa pekerjaannya kadang mencuri waktu berharga bersama keluarga.

Pengalaman ini menjadi titik balik baginya untuk menjelaskan tanggung jawabnya kepada anak-anak dan suaminya, dan bagaimana mereka semua harus saling mendukung.

Venny menyadari bahwa kesuksesannya dalam politik tidak lepas dari peran sang suami, Tonny Junus, yang ia sebut sebagai "mentor" dan "guru politik" utamanya.

Dari semua pengalaman yang ia jalani, Venny menyimpulkan satu hal penting: perempuan bisa sama hebatnya dalam dunia politik. 

"Perempuan itu punya kekuatan yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan. Kita hanya perlu diberi kesempatan dan ruang," tegas Venny Anwar.

 

(TribunGorontalo.com/Jefry/*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved