Pembunuhan Kacab BUMN
Ketua RT Buka Suara Soal Rumah Persembunyian 4 Penculik Kacab Bank BUMN
Terungkap sudah keberadaan empat pelaku pembunuhan keji terhadap Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/PENCULIK-KEPALA-CABANG-BANK-BUMN.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta – Terungkap sudah keberadaan empat pelaku pembunuhan terhadap Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta.
Tiga dari empat tersangka, yaitu AT, RS, dan RAH, ternyata bersembunyi di sebuah rumah di Jalan Johar Baru No. 42, RT 05 RW 09, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Keberadaan mereka terendus setelah penangkapan yang dilakukan polisi pada Kamis (21/8/2025), sehari setelah aksi penculikan Ilham.
Sella, Ketua RT 05 setempat, membenarkan bahwa keempat tersangka, termasuk RW alias Eras yang ditangkap di Labuan Bajo, sempat tinggal di rumah yang sama.
Ia mengenal salah satu penghuni bernama Berto dan seorang perempuan yang merupakan istri dari salah satu pelaku.
"Laporannya, 'Bu, saya menempati rumah ini disuruh sama bos saya. Bos saya lagi di Surabaya. Dia rumahnya banyak. Nah di sini saya yang menempati'," ujar Sella menirukan pengakuan Berto saat izin tinggal pada 20 Juni 2025.
Namun, pernyataan berbeda datang dari Rizal, Ketua RW 09, yang mengatakan para pelaku mengaku disuruh oleh teman, bukan bos.
Profesi Pelaku dan Curhatan Istri
Sella menambahkan, para pelaku mengaku berprofesi sebagai debt collector atau penagih utang.
Fakta ini ia dapatkan dari curhatan istri salah satu pelaku yang kini berinisial M. Istri M mengaku panik saat suaminya ditangkap polisi.
"Katanya, 'Iya saya masih panik bu. Saya gak tahu harus bilang apa'," tutur Sella menirukan curhatan istri pelaku.
Menurut Sella, istri pelaku juga mengeluh ponsel dan uang tunai Rp 8 juta pemberian suaminya ikut disita polisi saat penggerebekan. Uang tersebut diduga sebagai bagian dari upah para pelaku setelah menculik Ilham.
Sella mengungkapkan bahwa rumah yang dijadikan tempat persembunyian para pelaku sebelumnya kosong hampir setahun.
Rumah tersebut sebenarnya dihuni oleh warga asli Jakarta, sebelum akhirnya ditinggalkan dan ditempati oleh para pelaku.
Saat penangkapan terjadi, warga sekitar baru mengetahui bahwa di dalam rumah tersebut juga tinggal seorang perempuan berinisial M dan bayi berusia dua bulan.
M disebut sebagai istri dari salah satu pelaku bernama Andre.
Hingga kini, pihak kepolisian masih memburu satu pelaku utama diduga eksekutor dalam kasus ini.
Sementara itu, empat tersangka yang telah ditangkap telah mengakui perbuatannya menculik korban dari supermarket di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada 20 Agustus 2025.
Jasad Ilham ditemukan tewas di persawahan Kampung Karangsambung, Bekasi, sehari setelahnya.
Kronologi penculikan
Peristiwa bermula saat korban, MIP, diculik di area parkiran Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025).
Berdasarkan rekaman CCTV, korban yang mengenakan kemeja cokelat terlihat diculik secara paksa oleh beberapa orang tak dikenal dan dimasukkan ke dalam mobil mereka.
Jenazah korban kemudian ditemukan tak bernyawa di sebuah kebun kosong di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025).
Penemuan ini membuat warga sekitar gempar, dan laporan segera diteruskan ke pihak kepolisian.
Saat ini, polisi masih memburu satu pelaku lain yang diduga berperan sebagai eksekutor pembunuhan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, menegaskan bahwa timnya sedang fokus mengejar pelaku yang buron tersebut.
"Eksekutornya lagi dikejar, dia lagi lari," ujar Dicky seperti dikutip TribunGorontalo.com dari Tribunnews.com, Jumat (22/8/2025).
Untuk penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sementara itu, pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, juga membenarkan bahwa rekaman CCTV yang beredar adalah momen penculikan korban.
Motif pembunuhan masih misteri
Hingga kini, motif di balik aksi keji tersebut belum terungkap.
Adik ipar korban, Intania Rizky Utami, menyampaikan bahwa almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak memiliki musuh.
“Enggak ada (musuh), banyak yang bilang beliau itu orang baik, sangat baik. Kami tidak pernah mendengar beliau punya masalah dengan siapa pun,” ujar Intan saat ditemui di RS Polri, Jakarta Timur, Kamis (21/8/2025).
Ia juga menambahkan bahwa selama ini korban tidak pernah menunjukkan tanda-tanda memiliki persoalan dengan nasabah maupun klien yang ditanganinya.
Hal tersebut turut diperkuat oleh kesaksian rekan-rekan kerja korban yang mengenalnya sebagai sosok ramah dan profesional.
Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com dengan judul Sosok Otak Pembunuhan Ilham Pradipta Kacab Bank BUMN, Benarkah Mantan Rekan Kerja? Tak di Jakarta
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.