Kenangan Terakhir Yulanda Bersama Arya Husain Sebelum Hanyut di Sungai Bolango Gorontalo
Senyum Arya Husain (14) masih terbayang jelas di benak ibunya, Yulanda Tamimu. Hari itu, Selasa (19/8/2025), ia menjemput sang anak pulang
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ANAK-TENGGELAM-Suasana-di-Jembatan-Jodoh-Desa-Tenggela-Kecamatan-Tilango.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Senyum Arya Husain (14) masih terbayang jelas di benak ibunya, Yulanda Tamimu.
Hari itu, Selasa (19/8/2025), ia menjemput sang anak pulang sekolah seperti biasa.
Tak ada tanda-tanda bahwa sore itu akan menjadi pertemuan terakhirnya bersama Arya dalam keadaan utuh.
“Pertama saya jemput dia di sekolah, terus kami singgah di rumah untuk ganti baju,” kenang Yulanda dengan suara lirih.
Baca juga: Camat Boliyohuto Klarifikasi Insiden Oknum Kades Pakai Sandal Saat Upacara HUT ke-80 RI
Setelah berganti pakaian, Arya ikut ibunya ke tempat kerja yang tak jauh dari Desa Tenggela.
Saat sibuk bekerja, Yulanda sempat kehilangan perhatian pada putranya.
Arya pergi begitu saja tanpa berpamitan.
“Saya tidak tahu lagi dia pergi ke mana. Tiba-tiba teman-temannya datang berlari kasih tahu kalau Arya tenggelam,” ujarnya.
Yulanda masih ingat betul betapa Arya adalah anak yang ceria.
Hari itu, sebelum pergi, Arya tak menunjukkan gelagat aneh.
Namun siapa sangka, beberapa jam kemudian kabar buruk datang.
Baca juga: Begini Strategi Tim SAR Gorontalo Cari Arya Husain yang Hanyut Dibawa Arus Sungai Bolango
Sekitar pukul 17.00 Wita, teman-teman Arya memberi tahu bahwa anak itu hanyut terbawa arus Sungai Bolango.
Panik, Yulanda bersama keluarga segera berlari ke jembatan, berharap masih bisa melihat anaknya.
“Kami langsung cari ke titik pertama dia dinyatakan tenggelam, tapi sudah tidak kelihatan,” kata Yulanda, menahan tangis.
Kronologi hanyutnya Arya Husain diungkap oleh Kepala Desa Luwoo, Ibrahim Rahman, yang mewakili pihak keluarga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Ibrahim, peristiwa bermula sekitar pukul 16.30 Wita.
Saat itu, Arya bersama rekannya, Fikri, mendatangi Jembatan Jodoh di Jalan Ahmadi Hiola, Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.
Keduanya datang untuk mengecek ketinggian air setelah mendengar kabar debit Sungai Bolango meningkat.
Setelah berada di lokasi, Arya memutuskan turun ke sungai dengan kondisi tanpa busana.
Pakaian korban diketahui masih tertinggal di atas jembatan. Tak lama berselang, tubuh Arya terseret arus deras.
Fikri yang panik berusaha menolong dengan mengulurkan tangan.
Ia sempat berhasil memegang tangan Arya, namun genggamannya terlepas dan korban akhirnya hanyut terbawa arus.
Itu menjadi momen terakhir korban terlihat.
Fikri kemudian bergegas kembali ke Desa Luwoo untuk melaporkan kejadian tersebut.
Laporan baru diterima warga sekitar pukul 16.00 Wita.
Diperkirakan Arya sudah tenggelam sejak pukul 15.30 Wita, mengingat jarak tempuh dari lokasi kejadian ke desa membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Tim SAR mulai melakukan penyisiran di sekitar Sungai Bolango sejak pukul 17.00 Wita.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian.
Perlu diketahui, Sungai Bolango memang sudah kerap memakan korban.
(*)
| Gubernur Gusnar Beber Alasan Warga Kota Gorontalo Tak Terima BLP3G: Tidak Ada Maksud Mendiskreditkan |
|
|---|
| Pasar Senggol Kota Gorontalo Dipadati Pengunjung, Pakaian Anak hingga Bahan Kue Jadi Buruan |
|
|---|
| YBM BRI Gorontalo Salurkan Bingkisan Ramadhan kepada Masyarakat |
|
|---|
| Jadwal dan Tarif Kapal Feri Gorontalo KMP Tuna Tomini per Maret 2026 |
|
|---|
| Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral dan Indogrosir Gorontalo per Senin 9 Maret 2026 |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.