Pemkab Gorontalo
Camat Boliyohuto Klarifikasi Insiden Oknum Kades Pakai Sandal Saat Upacara HUT ke-80 RI
Camat Boliyohuto, Hasyim Rivai, memberikan klarifikasi terkait insiden Kepala Desa (Kades) yang mengenakan sandal saat upacara HUT Kemerdekaan RI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Camat-Boliyohuto-Hasyim-Rivai-dan-Kades-Parungi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Camat Boliyohuto, Hasyim Rivai, memberikan klarifikasi terkait insiden Kepala Desa (Kades) yang mengenakan sandal saat upacara penurunan bendera HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada Minggu (17/8/2025).
Insiden ini sebelumnya ramai diberitakan media daring, menunjukkan seorang kades yang berdiri di panggung kehormatan bersama Camat Hasyim.
Alih-alih berpakaian formal, Kepala Desa Parungi itu hanya mengenakan kaus, celana jin, dan sandal.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, secara langsung memberikan teguran lisan kepada Camat Hasyim pada Selasa (19/8/2025.
Teguran ini diberikan karena perilaku tersebut dianggap tidak pantas dan tidak menjadi contoh baik, terutama pada acara yang sakral seperti peringatan Hari Kemerdekaan.
Saat dikonfirmasi, Hasyim Rivai menjelaskan bahwa ia telah menemui Bupati Sofyan Puhi untuk memberikan penjelasan.
Menurutnya, insiden tersebut terjadi di luar kendalinya karena kesibukan yang sangat padat.
"Saat itu saya sedang sibuk, jadi tidak sempat mengontrol apa yang dilakukan oleh kades tersebut," kata Hasyim.
Ia menambahkan, pada pagi harinya ia mengikuti upacara kenaikan bendera di Sport Center.
Baca juga: Jeritan Pilu Ibu Arya Husain Korban Tenggelam di Sungai Bolango Gorontalo Mama Tunggu ti Nunu
Setelah upacara selesai, ia meminta izin kepada Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mengikuti upacara penurunan bendera di kecamatan, yang saat itu juga sedang mengadakan kegiatan gerak jalan.
Hasyim juga beralasan bahwa sore hari itu, cuaca di Boliyohuto sedang hujan dan berangin, sehingga kondisi upacara tidak terkontrol.
"Kades yang hanya memakai baju dan sandal, itu adalah kekeliruan dan kelemahan saya," akunya.
Hasyim menyampaikan bahwa ia telah menerima teguran dari Bupati Sofyan, yang juga berlaku bagi para kepala desa, agar kejadian serupa tidak terulang.
"Saya memohon maaf atas insiden ini kepada warga Gorontalo, khususnya masyarakat Boliyohuto," jelas Hasyim.
(Sumber: Pemkab Gorontalo)