Orang Hanyut di Gorontalo
Kemacetan Parah Warnai Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Bulango Gorontalo
Ratusan warga memadati area Jembatan Jodoh di Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-arus-lalu-lintas-di-Jembatan-Jodoh-Desa-Tenggela.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Ratusan warga memadati area Jembatan Jodoh di Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.
Kerumunan ini terbentuk karena warga ingin menyaksikan proses pencarian seorang anak yang tenggelam di sungai setempat.
Pantauan di lokasi menunjukkan banyak kendaraan diparkir sembarangan di sepanjang jembatan.
Akibatnya, arus lalu lintas menjadi tersendat dan kemacetan parah tak terhindarkan, baik dari arah selatan maupun utara.
Suara klakson bersahutan dan beberapa pengendara berteriak meminta agar kendaraan yang terparkir segera dipindahkan.
Sejak pagi hingga siang, warga terus berdatangan.
Sebagian terlihat sibuk mengambil video siaran langsung di media sosial, ada yang mengobrol, dan tak sedikit pula yang fokus memperhatikan tim SAR saat melakukan pencarian.
Tiba-tiba seorang pengendara becak motor (bentor) berteriak, "Woi, jangan karlota di jalan, ini sudah mulai macet!"
Pria itu meminta warga untuk membubarkan diri.
Baca juga: Polisi Gorontalo Sebut Arya Husain Ajak Teman Mandi di Sungai Bolango sebelum Dilaporkan Hilang
Selain di atas jembatan, banyak warga juga berada di bawah jembatan untuk melihat langsung proses pencarian.
Beberapa menit kemudian, seorang polisi yang melintas langsung turun dan meminta warga memindahkan kendaraan yang terparkir di pinggir jalan agar tidak menyebabkan kemacetan.
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap Arya Husain (14), warga Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.
Arya Husain dilaporkan hilang sejak Selasa (19/8/2025).
Pada hari kedua pencarian, Rabu (20/8/2025), tim dibagi menjadi dua unit (SRU).
Satu tim menyisir sungai menggunakan perahu karet sejauh 3 kilometer dari lokasi kejadian, sementara tim lain menyusuri tepian sungai dengan berjalan kaki.
Satu unit perahu karet dari Sat Brimob Polda Gorontalo juga disiagakan untuk memperluas jangkauan pencarian.
Di sela operasi, Kapolsek Telaga, Iptu Fredy Yasin, bersama Danpos Tilango, Sertu Mujiono, menemui orang tua Arya, Yulanda Tamimu dan Rinto Husain.
Keduanya mencoba menggali informasi terakhir sebelum Arya dinyatakan hilang.
Menurut keterangan awal, Arya sempat ditolong oleh teman-temannya saat hanyut, tetapi derasnya arus membuat upaya penyelamatan itu gagal.
“Teman-temannya sempat menolong korban, tetapi karena arus sungai deras, korban tidak bisa diselamatkan,” jelas Iptu Fredy.
Polisi memastikan kabar bahwa Arya hanyut saat bermain layangan belum bisa dikonfirmasi.
"Informasi yang kami dapat, korban mengajak dua temannya untuk mandi di sungai," kata Fredy.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menerima informasi bahwa Arya pergi ke sungai bersama dua rekannya.
Arya sempat memeriksa kondisi sungai yang debit airnya sedang naik.
Arya lantas menanggalkan pakaiannya dan turun ke sungai. Namun arus deras menyeretnya jatuh.
Ketika Arya hanyut, temannya berusaha keras menolong dengan mengulurkan tangan. Tetapi genggaman Arya terlepas. Remaja berusia 14 itu pun hanyut.
Baca juga: Jeritan Pilu Ibu Arya Husain Korban Tenggelam di Sungai Bolango Gorontalo Mama Tunggu ti Nunu
Pengakuan keluarga Arya
Yulanda Tamimu (42), ibu dari Arya Husain, mengatakan dirinya tidak mengetahui anaknya pergi ke Sungai Bolango, Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.
Saat diwawancarai oleh TribunGorontalo.com pada Rabu (20/8/2025), Yulanda menceritakan terakhir kali Arya terlihat.
Awalnya, Yulanda menjemput Arya pulang sekolah. Mereka singgah di rumahnya di Desa Luwo'o untuk mengganti seragam.
"Pertama itu saya jemput anak saya di sekolah, lalu singgah di rumah untuk ganti baju," ungkap Yulanda.
Setelah itu, sekitar pukul 15.00 Wita, Arya diajak Yulanda ke tempat kerjanya yang masih berada di sekitar Desa Tenggela.
Karena sibuk dengan pekerjaan, Yulanda tidak menyadari ke mana Arya pergi. Sebab anaknya itu tidak berpamitan kepadanya.
"Saat saya sedang bekerja, saya sudah tidak tahu dia ke mana," tambahnya.
Sekitar pukul 17.00 Wita, teman-teman Arya berlarian mendatangi Alit Husain (17), kakak Arya, untuk mengabarkan bahwa adiknya telah tenggelam.
"Sekitar jam 5 sore, teman-temannya memberi tahu kalau Arya sudah hanyut," terang Yulanda.
Mendengar informasi itu, Yulanda langsung panik dan bergegas menuju lokasi untuk mencari anaknya.
"Kami pun langsung berlarian mencari Arya di titik pertama kali ia dinyatakan tenggelam," ujarnya.
Yulanda menuturkan, teman-teman Arya sempat berusaha menolong saat ia tenggelam, tetapi derasnya arus sungai membuat mereka tidak berhasil menyelamatkannya.
"Teman-temannya ini masih sempat membantu, tapi karena arus sungai sangat deras, jadi mereka tidak bisa menyelamatkan anak saya," jelas Yulanda.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.