Orang Hanyut di Gorontalo
Kemacetan Parah Warnai Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Bulango Gorontalo
Ratusan warga memadati area Jembatan Jodoh di Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-arus-lalu-lintas-di-Jembatan-Jodoh-Desa-Tenggela.jpg)
"Pertama itu saya jemput anak saya di sekolah, lalu singgah di rumah untuk ganti baju," ungkap Yulanda.
Setelah itu, sekitar pukul 15.00 Wita, Arya diajak Yulanda ke tempat kerjanya yang masih berada di sekitar Desa Tenggela.
Karena sibuk dengan pekerjaan, Yulanda tidak menyadari ke mana Arya pergi. Sebab anaknya itu tidak berpamitan kepadanya.
"Saat saya sedang bekerja, saya sudah tidak tahu dia ke mana," tambahnya.
Sekitar pukul 17.00 Wita, teman-teman Arya berlarian mendatangi Alit Husain (17), kakak Arya, untuk mengabarkan bahwa adiknya telah tenggelam.
"Sekitar jam 5 sore, teman-temannya memberi tahu kalau Arya sudah hanyut," terang Yulanda.
Mendengar informasi itu, Yulanda langsung panik dan bergegas menuju lokasi untuk mencari anaknya.
"Kami pun langsung berlarian mencari Arya di titik pertama kali ia dinyatakan tenggelam," ujarnya.
Yulanda menuturkan, teman-teman Arya sempat berusaha menolong saat ia tenggelam, tetapi derasnya arus sungai membuat mereka tidak berhasil menyelamatkannya.
"Teman-temannya ini masih sempat membantu, tapi karena arus sungai sangat deras, jadi mereka tidak bisa menyelamatkan anak saya," jelas Yulanda.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)