Polisi Dilaporkan Calon Istri
Alasan Bripda Farhan Kabur saat Ijab Kabul di Gorontalo, Hilang Ingatan hingga Nyasar ke Luar Kota
Pihak keluarga Sukmawati (24) mengungkap alasan Bripda Farhan, anggota Brimob Polda Gorontalo, kabur saat acara pernikahan di Desa Pangadaa
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Sukmawati-Bripda-Farhan-dan-rumah-keluarga-Sukmawati.jpg)
Selain itu, alasan keluarga Farhan tidak hadir dalam pernikahan adalah karena mereka sedang panik mencari Farhan yang menghilang.
"Pihak keluarga juga mengatakan alasan tidak hadir karena saat itu mereka sedang panik," ucap Zainuddin.
Dalam pertemuan itu, keluarga Farhan meminta maaf atas ketidakhadiran mereka saat prosesi ijab kabul. Menurut Zainuddin, pihak keluarga Sukmawati telah memaafkan mereka, namun proses hukum tetap berjalan.
"Pihak keluarga Farhan sudah datang, sebagai manusia kami tetap memaafkan, namun proses hukum masih berjalan di Polda Gorontalo," ungkapnya melalui sambungan telepon.
Ia menambahkan, kedua belah pihak sudah membuat surat pernyataan, tetapi keputusan final diserahkan kepada Sukmawati.
"Sudah membuat surat pernyataan, tapi semua keputusan ada di Sukmawati. Kami keluarga hanya mendampingi dalam proses hukum," terangnya.
Zainuddin juga mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, Farhan menegaskan siap menerima konsekuensi, termasuk pernikahan dengan Sukmawati.
"Farhan juga sudah mengakui siap mempertanggungjawabkan segala kesalahan dan siap menerima konsekuensi dari institusi," kata Zainuddin.
Sampai saat ini, keputusan untuk menikah lagi belum bisa disimpulkan karena Sukmawati masih terpukul.
"Kalau menikah lagi kami belum bisa menyimpulkan, karena sampai sekarang Sukmawati masih down. Kami menunggu ia pulih dulu dan mendengar keputusannya," tegas Zainuddin.
Hingga saat ini, keputusan Sukmawati masih sama. Ia tidak lagi ingin melanjutkan pernikahan tersebut. "Keputusannya masih sama, Sukmawati sudah tidak bisa melanjutkan lagi ke jenjang pernikahan," pungkasnya.
Kedua keluarga bertemu
Pertemuan mediasi yang difasilitasi oleh pihak Brimob ini berlangsung di rumah Sukmawati di Desa Pangadaa, Kabupaten Gorontalo, pada Kamis malam (14/8/2025).
Dalam pertemuan tersebut, keluarga Farhan menyampaikan permintaan maaf atas ketidakhadiran Farhan saat prosesi ijab kabul pada Sabtu pagi (9/8/2025).
Namun, menurut Zainuddin Husain, sepupu Sukmawati, pihak keluarga Sukmawati telah memaafkan, tetapi proses hukum akan tetap berjalan.
"Sebagai manusia, kami memaafkan pihak keluarga Farhan yang sudah datang. Namun, proses hukumnya masih berlanjut di Polda Gorontalo," ungkap Zainuddin saat dihubungi TribunGorontalo.com, Selasa (19/8/2025).