PEMPROV GORONTALO
Pemprov Gorontalo Dukung Gerakan Pangan Murah Bersama Polri dan Bulog Gorontalo
Pemerintah Provinsi (Pemrov) Gorontalo bersama Polda Gorontalo dan Kantor Bulog Cabang Gorontalo resmi menggelar Kick Off Gerakan
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PANGAN-Gubernur-Gorontalo-Gusnar-Ismail-Hadiri-Kick-Off-Gerakan-Pangan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemerintah Provinsi (Pemrov) Gorontalo bersama Polda Gorontalo dan Kantor Bulog Cabang Gorontalo resmi menggelar Kick Off Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri, Kamis (14/8/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Polda se-Indonesia, terhubung melalui zoom meeting bersama Kapolri dan menteri terkait.
Khusus di Gorontalo, pusat acara dilaksanakan di Lapangan Taruna Remaja Gorontalo.
Program GPM Polri di Gorontalo bertujuan menjaga kestabilan harga bahan pangan, khususnya beras, di tengah fluktuasi pasar.
Polda Gorontalo telah lebih dulu memulai kegiatan ini sejak 7 Agustus 2025 dan hingga kini telah terlaksana di 39 titik lokasi pada seluruh Polres dan Polresta.
Hasilnya, 66,8 ton beras SPHP telah tersalurkan ke masyarakat.
Rinciannya, Polresta Gorontalo Kota menyalurkan 10 ton di 5 titik, Polres Gorontalo 28 ton di 5 titik, Polres Bone Bolango 8 ton di 5 titik, Polres Gorontalo Utara 4 ton di 2 titik, Polres Boalemo 8 ton di 7 titik, dan Polres Pohuwato 8 ton di 6 titik.
Kedepannya akan disalurkan tambahan 19 ton beras SPHP di 8 titik lokasi GPM lainnya di wilayah Polres dan Polresta.
Dalam acara tersebut, juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan pangan beras kepada perwakilan warga Desa Barakati, Kecamatan Batuda’a, Kabupaten Gorontalo.
Sebanyak 214 keluarga penerima manfaat mendapatkan 20 kilogram beras per keluarga.
Pimpinan Bulog Cabang Gorontalo, La Ode Suleman Ngkalusa, menjelaskan bahwa program ini sudah berjalan beberapa waktu sebelumnya.
“Sebenarnya kami sudah mulai dari minggu-minggu lalu kerja sama dengan Polri dalam rangka pendistribusian beras SPHP,” ujarnya.
Ia menegaskan, GPM berbeda dengan bantuan pangan sebelumnya.
“Kalau bantuan pangan sebelumnya itu gratis untuk masyarakat,” jelasnya.
Beras SPHP dijual dengan harga Rp60 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp17 ribu per kilogram, dan minyak goreng Rp18 ribu per liter.
Tujuannya adalah menjaga kestabilan harga pasokan beras.
“Ada 4.000 ton beras yang kami siapkan,” tegas La Ode.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas sinergi Polda Gorontalo dan Bulog.
“Program ini saya dukung penuh demi menjaga kestabilan harga bahan pangan di Gorontalo,” katanya.
Tidak sendiri, Gusnar ditemani oleh Sekda Gorontalo Sofian Ibrahim, Kadis Pertanian Muljady Mario dan Kadis Ketahanan Pangan Ramdhan Pade.
Gusnar juga menegaskan bahwa Pemprov Gorontalo akan terus mendorong program seperti ini untuk menekan inflasi daerah.
“Dengan stok beras yang cukup, kita bisa memastikan harga tetap terkendali dan masyarakat terbantu,” ujarnya.
Program Gerakan Pangan Murah Polri akan berlangsung hingga Desember 2025, disesuaikan dengan ketersediaan stok beras SPHP di Gudang Bulog Cabang Gorontalo.
Pemprov Gorontalo mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan program ini demi mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
“Saya berharap semua pihak tetap bekerja sama, sehingga kestabilan harga ini dapat dirasakan hingga ke pelosok daerah," pungkasnya. (*/Jian)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.