Kabar Artis
Bukti Rekaman Dibantah, Laporan Nikita Mirzani ke KPK Terancam Berbalik Arah
Rekaman tersebut, menurut Nikita, membuktikan bahwa Reza berusaha memanipulasi proses hukum terkait kasus pemerasan dan pencucian uang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nikita-Mirzani-nxcjv.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Perseteruan panas antara artis kontroversial Nikita Mirzani dan pengusaha skincare Reza Gladys kembali memanas.
Kali ini, dugaan suap yang dilaporkan Nikita ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru menuai keraguan dari berbagai pihak, termasuk mantan sahabatnya sendiri, Fitri Salhuteru.
Nikita sebelumnya mengklaim memiliki bukti rekaman yang menunjukkan adanya dugaan suap yang dilakukan Reza Gladys kepada oknum penegak hukum.
Rekaman tersebut, menurut Nikita, membuktikan bahwa Reza berusaha memanipulasi proses hukum terkait kasus pemerasan dan pencucian uang yang kini menyeret namanya.
Di tengah kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Nikita Mirzani melaporkan Reza Gladys ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap ke penegak hukum untuk memanipulasi proses hukum.
Baca juga: PLN Percepat Proyek Jaringan Listrik 150 kV Ampana-Bunta Sulawesi Tengah
Baca juga: Demo 100 Ribu Warga Pati: Tuntutan Meluas Meski Kenaikan PBB Sudah Dibatalkan
Nikita Mirzani sebelumnya mengklaim memiliki bukti rekaman tersebut.
Fitri Salhuteru, wanita yang sempat menjadi teman dekat Nikita Mirzani ini, meyakini bukti tersebut tak benar adanya.
Kini berada di kubu Reza Gladys, Fitri Salhuteru yakin tak ada perbuatan seperti apa yang dituduhkan sang artis.
"Saya yakin itu hoaks ya, saya meyakini sejuta persen bahwa itu tidak terjadi praktik-praktik seperti yang dituduhkan oleh terdakwa," ujar Fitri, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Rabu (13/8/2025).
Secara terang-terangan, wanita 51 tahun itu, mengaku dirinya memang mengenal Nikita.
Namun setelah ada permasalahan, ia saat ini memilih untuk tak mengenal lagi ibu tiga anak itu.
Hubungan keduanya merenggang berawal dari masalah putri Nikita, LM.
Pasalnya, Fitri dituding telah memberikan pengaruh buruk kepada putri sulung Nikita itu.
"Dulu saya mengenal, sekarang saya tidak mau mengenal dia," ucapnya.
Fitri sendiri merasa bingung mengenai perubahan sikap dari Nikita.
"Saya tidak tahu kenapa dia jadi seperti sekarang," katanya.
Kasus ini mencuat berawal dari Nikita yang diduga menjelekkan produk kecantikan milik Reza.
Reza sempat menghubungi Nikita melalui asisten sang artis, Mail Syahputra pada 13 November 2024.
Ibu lima anak itu awalnya berniat ingin bersilaturahmi saja dengan Nikita.
Namun, Reza malah mendapat respons yang tak mengenakkan.
Wanita 36 tahun itu justru mendapat ancaman Nikita akan speak up ke media sosial bila silaturahmi tersebut tidak menghasilkan uang.
Reza akhirnya memberikan uang senilai Rp4 miliar kepada mantan istri Dipo Latif tersebut.
Sementara Reza merasa dirinya sebagai korban lantaran telah diperas dan mengalami kerugian yang cukup besar.
Pemilik klinik kecantikan Glafidsya Medika itu kemudian melaporkan dugaan pemerasan tersebut ke Polda Metro Jaya pada, 3 Desember 2024.
Baca juga: Penyaluran Bansos Mulai Agustus 2025 Bakal Pakai Payment ID, Ini Manfaat serta Tantangannya
Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 13 Agustus 2025
Pandangan Hotman Paris soal Langkah Nikita Mirzani Laporkan Dugaan Suap ke KPK
Di sisi lain, pengacara kondang Hotman Paris memberikan pandangannya soal laporan dari Nikita Mirzani.
Menurut Hotman, sampai saat ini belum terlihat adanya indikasi pihak Reza Gladys memberikan uang kepada penegak hukum.
"Belum ada indikasi sama sekali ada penyerahan uang kok, dasarnya apa," ujar Hotman.
Pria kelahiran Sumatera Utara 20 Oktober 1959 itu mengungkap kemungkinan bisa menjadi bumerang untuk sang artis.
Jika laporan ibu tiga anak itu tak bisa dibuktikan, nantinya malah bisa dijerat pasal pencemaran nama baik.
"Ini nanti malah berbalik pencemaran nama baik," ucap Hotman.
Namun Hotman mengaku tak masalah Nikita melaporkan dugaan itu sebagai aduan masyarakat.
Soal bukti rekaman itu, Hotman menilai masih belum kuat jika hanya ada bukti pembicaraan saja.
Sebab pihak dari pengusaha skincare tersebut juga bisa memberikan pembelaan.
"Kalau sekedar aduan masyarakat ya boleh aja."
"Tapi kalau hanya sekedar pembicaraan aja nggak cukup dong."
"Tentu orang yang bicara di dalamnya akan bantah," tutur pengacara 65 tahun itu.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.