Selasa, 19 Mei 2026

Universitas Negeri Gorontalo

Mahasiswa Gorontalo Bikin Puding Ubi hingga Brownies Kelor untuk Cegah Stunting

Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) di Desa Rumbia,

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Mahasiswa Gorontalo Bikin Puding Ubi hingga Brownies Kelor untuk Cegah Stunting
Canva AI]
FOTO ILUSTRASI AI -- Mahasiswa Gorontalo buat puding ubi dan brownis daun kelor sebagai makanan pencegah stunting. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) di Desa Rumbia, Kabupaten Boalemo, punya cara unik dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.

Lewat Gerakan Sehat Desa Rumbia, mereka mengolah pangan lokal menjadi berbagai makanan sehat, seperti puding ubi ungu, kue lapis, brownies dari daun kelor, dan sayur kelor.

Inovasi sederhana ini bertujuan mengedukasi warga soal pentingnya gizi seimbang sejak dini.

Ketua kelompok KKN-PK, Abdul Ghali, mengatakan kegiatan ini merupakan pendekatan kreatif untuk mengenalkan manfaat gizi dari bahan pangan yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat.

Baca juga: BREAKING NEWS: Takut Kena Royalti, Sejumlah Kafe di Kota Gorontalo Batasi Pemutaran Musik

“Daun kelor punya kandungan zat besi dan kalsium yang tinggi, sangat baik untuk kesehatan ibu dan anak. Sedangkan ubi ungu kaya antioksidan dan serat, cocok dijadikan camilan sehat,” ujar Ghali.

Selain pembagian makanan olahan, mahasiswa juga menggelar sesi edukasi dan demonstrasi pengolahan makanan sehat. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga dan pemerintah desa.

Pemerintah Desa Rumbia berharap gerakan semacam ini terus berlanjut karena dirasa efektif dalam meningkatkan kesadaran gizi di tingkat keluarga.

Dengan sentuhan lokal dan pendekatan langsung ke masyarakat, mahasiswa UNG sukses menunjukkan bahwa cegah stunting bisa dimulai dari dapur rumah.

Saat ini Pemerintah Provinsi Gorontalo semakin serius dalam menangani masalah tengkes (stunting) melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.

Salah satu strateginya adalah memperkuat pelaksanaan aksi konvergensi yang fokus pada intervensi menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga evaluasi program.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Grand Q, Kamis (7/8/2025).

Acara yang diprakarsai oleh Bappeda Provinsi Gorontalo ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Sofian Ibrahim.

Hadir sebagai pemateri, Penelaah Teknis dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Iin Afriani, bersama Analis Kebijakan Ahli Madya, Arifin Effendy Hutagalung.

Dalam sambutannya, Sofian menggarisbawahi pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mempercepat penurunan stunting, khususnya dalam hal penguatan pelaksana di daerah dan pengelolaan data yang terintegrasi.

“Aksi konvergensi kalau kita lakukan bersama secara terintegrasi bisa cepat menurunkan angka stunting. Terutama terkait dengan manajemen data, dan penguatan pelakunya. Kabupaten/kota maupun provinsi harus memperkuat dan mendorong hal yang sama,” kata Sofian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved