Kapal Perang di Gorontalo
Ratusan Siswa Gorontalo Antusias Kunjungi Kapal Perang TNI AL KRI Teluk Banten-516
Kehadiran kapal perang KRI Teluk Banten-516 di Pelabuhan Gorontalo menjadi daya tarik edukatif bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sejumlah-siswa-berada-di-kapal-perang-TNI-KRI-Teluk-Banten-516.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kehadiran kapal perang KRI Teluk Banten-516 di Pelabuhan Gorontalo menjadi daya tarik edukatif bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, pada Kamis (7/8/2025).
Sejak pagi, area pelabuhan dipadati oleh ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Mereka datang dengan membawa bendera Merah Putih berukuran kecil, tampak antusias menapaki tangga kapal dengan wajah penuh kagum.
Salah satu rombongan yang hadir adalah siswa dari Sekolah Sukma Nusa Bangsa Kota Gorontalo. Awalnya, sekolah ini merencanakan kunjungan lapangan tahunan ke markas Lanal Gorontalo. Namun, setelah mendapat informasi dari TNI AL, tujuan kegiatan dialihkan ke kapal perang tersebut.
"Sebelumnya sesuai rencana kami di Lanal Gorontalo. Cuma berhubung pihak Lanal bilang ada kapal, jadi kegiatannya dialihkan ke sini," jelas Agnes Novelia Pantue, seorang guru dari Sekolah Sukma Nusa Bangsa, saat ditemui TribunGorontalo.com, Kamis (7/8/2025).
Menurut Agnes, kunjungan ini diikuti oleh puluhan anak didiknya yang terlihat sangat senang. Mereka berlarian di dek kapal dengan pengawasan ketat dari para prajurit TNI AL demi keamanan.
"Mereka tentunya senang, bahkan ada yang sedikit kaget dan kagum dengan kapal ini. Bisa kita lihat dari ekspresi mereka," lanjutnya.
Kebahagiaan juga dirasakan oleh para orang tua yang turut mendampingi anak-anak mereka. Trisna, salah satu orang tua murid, mengaku senang atas kesempatan langka ini. Ia melihat langsung betapa antusiasnya sang anak saat berada di dalam kapal.
"Ini kali pertama dan dia sangat gembira sekali," ujarnya.
Trisna berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin di Gorontalo karena dinilai sangat bermanfaat sebagai media pembelajaran langsung bagi anak-anak.
"Kalau bisa, kami sangat berharap kapal ini bisa rutin bersandar di Gorontalo setahun sekali sebagai bagian dari edukasi kepada anak-anak," lanjut Trisna.
Sementara itu, Fadlan Bumulo, siswa Yasayan Bina Taruna Gorontalo begitu sumringah.
"Kedatangan di sini untuk melakukan kegiatan pengamatan, tugas dari sekolah. Tentu ada banyak hal yang saya dapat. Saya bisa melihat mesin-mesinnya, serta beberapa persenjataan kapal dan masih, banyak lagi," pungkasnya.
Baca juga: Sosok Irjen Pol Widodo, Kapolda Gorontalo Pengganti Irjen Pol Eko Wahyu
Kunjungan Terbuka untuk Umum
Pihak TNI AL menjelaskan bahwa kegiatan kunjungan atau open ship ini memang dibuka untuk masyarakat luas tanpa perlu pendaftaran.
Komandan Lanal Gorontalo, Letkol Laut (P) Hanny Chandra Sukmana, menegaskan siapa pun bisa datang.
"Dibuka untuk umum, jadi silakan dipersilakan untuk anak-anak SD, SMP, maupun SMA yang ingin melihat kapal perang Republik Indonesia yang datang ke sini," ujarnya.
KRI Teluk Banten-516 telah bersandar sejak 6 Agustus 2025 setelah mengantar prajurit Yonif 715 Motuliato dari penugasan tahunan.
Kegiatan kunjungan terbuka ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 7 Agustus pukul 08.00–16.00 Wita dan 8 Agustus pukul 08.00–11.00 Wita. Lokasinya berada di Pelabuhan Pelni Gorontalo, Jalan Mayor Dullah, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Selama kunjungan, pengunjung diberikan arahan langsung oleh prajurit terkait tata tertib di kapal.
Beberapa peraturan yang ditekankan antara lain larangan mendekati pagar kapal, keharusan anak-anak untuk selalu diawasi oleh guru atau orang tua, dan larangan menyentuh tombol atau peralatan di kapal.
Semua aturan ini diterapkan untuk menjaga keselamatan dan integritas fasilitas pertahanan negara.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesan mendalam bagi anak-anak, tetapi juga memperkuat kedekatan masyarakat Gorontalo dengan kekuatan pertahanan laut Indonesia.
Profil KRI Teluk Banten-516
KRI Teluk Banten-516 adalah kapal yang dipesan sejak Juni 1981 dan mulai berlayar pada Mei 1982.
Kapal dengan nomor lambung 516 ini termasuk dalam kelas Landing Ship Tank (LST) Teluk Semangka, yang dirancang khusus untuk mengangkut pasukan, kendaraan tempur, dan helikopter.
Kapal ini memiliki panjang 100 meter, lebar 144 meter, dan bobot penuh mencapai 3.810 ton. Meskipun berukuran besar, KRI Teluk Banten-516 mampu melaju hingga 15 knot (setara 28 km/jam).
Kecepatan ini didukung oleh dua mesin diesel dengan total kekuatan 12.800 tenaga kuda metrik, yang menggerakkan dua poros dan kemudi kembar.
Dalam sekali berlayar, kapal ini dapat menempuh jarak hingga 7.500 mil laut atau sekitar 13.900 km, menjadikannya andal untuk operasi jarak jauh.
KRI Teluk Banten-516 mampu mengangkut 200 prajurit, 17 tank tempur utama, dan 1.800 ton logistik.
Selain itu, kapal ini dilengkapi dua unit LCVP (Landing Craft Vehicle Personnel) serta fasilitas helipad dan hanggar yang bisa menampung tiga helikopter AS332 Super Puma.
Untuk pertahanan dan navigasi, kapal ini dilengkapi radar canggih, seperti Radar Decca I band dan Raytheon untuk pencarian permukaan E/F band. Persenjataannya pun cukup lengkap, terdiri dari dua meriam Bofors 40 mm L/70, dua meriam Rheinmetall 20 mm, dan dua senapan mesin berat DShK 12,7 mm.
KRI Teluk Banten-516 juga merupakan varian kapal komando dalam kelasnya.
Ciri khasnya adalah memiliki davit LCVP di depan anjungan dan saluran pembuangan udara di atas garis air, berbeda dengan kapal sekelasnya yang menggunakan cerobong asap.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.