Rabu, 4 Maret 2026

Peringatan Tsunami Gorontalo

Viral Sirene Peringatan Tsunami di Gorontalo Sudah Berbunyi, Danlanal: Itu Hoaks

Kekhawatiran masyarakat Kota Gorontalo meningkat setelah adanya pengumuman peringatan dini tsunami pasca gempa besar di Rusia. 

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Viral Sirene Peringatan Tsunami di Gorontalo Sudah Berbunyi, Danlanal: Itu Hoaks
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
PERINGATAN TSUNAMI -- Komandan Lanal (Danlanal) Gorontalo, Letkol Laut (P) Hanny Chandra Sukma, saat ditemui wartawan pada Rabu (30/7/2025). Danlanal meluruskan informasi di media sosial perihal alarm tsunami. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kekhawatiran masyarakat Kota Gorontalo meningkat setelah adanya pengumuman peringatan dini tsunami pasca gempa besar di Rusia. 

Di tengah situasi darurat ini, informasi tidak akurat dapat memicu kepanikan. 

Salah satu isu yang beredar di media sosial adalah bunyi sirene atau alarm tanda bahaya tsunami di Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI AL Gorontalo.

Menanggapi hal tersebut, Komandan Lanal (Danlanal) Gorontalo, Letkol Laut (P) Hanny Chandra Sukma, langsung memberikan klarifikasi. 

Ia menegaskan bahwa informasi mengenai dibunyikannya sirene atau alarm di Mako TNI AL adalah tidak benar dan merupakan hoaks.

"Saya juga mendengar berita itu, tetapi berita itu tidak benar, itu hoaks," kata Hanny saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Rabu (30/7/2025).

Letkol Hanny juga menjelaskan bahwa TNI AL tidak memiliki kewenangan dalam status bahaya tsunami. Kewenangan penuh berada pada BPBD.

TNI AL tidak punya kewenangan dalam status bahaya tsunami selain BPBD," jelasnya.

Meskipun demikian, Letkol Hanny menambahkan bahwa pihaknya terbuka menerima warga yang mengungsi karena lokasi Mako berada di kawasan tinggi dan aman dari ancaman gelombang laut. 

Sebagai respons cepat terhadap situasi, ia telah menginstruksikan jajarannya untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat. 

"Kami mengimbau kepada nelayan untuk tidak melaut dulu dan masyarakat agar waspada," katanya.

Imbauan ini dikeluarkan setelah pihaknya melakukan koordinasi melalui rapat virtual bersama Basarnas, BPBD, dan BMKG. Meskipun potensi tsunami yang dilaporkan hanya setinggi 0,5 meter, kewaspadaan tetap dikedepankan.

Sebagai bentuk tanggap darurat, Lanal Gorontalo juga telah menyiapkan tempat pengungsian di Mako, yang saat ini telah digunakan oleh sekitar 30 warga dari Kelurahan Leato Selatan dan sekitarnya. 

Bahkan, mereka menerima permintaan untuk mengevakuasi pasien dari rumah sakit yang berada di wilayah pesisir. 

"Kami juga mendapat permintaan untuk mengevakuasi pasien-pasien rumah sakit yang ada di pesisir pantai," ungkap Letkol Hanny.

Letkol Hanny kembali menegaskan, meskipun pihak TNI AL berperan aktif dalam penanganan situasi darurat, penetapan status bahaya tsunami sepenuhnya berada di bawah kewenangan BPBD.

Sampai saat ini, status waspada tsunami di Kota Gorontalo masih belum dicabut. 

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi, dan selalu mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.

BNPB Imbau Masyarakat Tak Remehkan Peringatan Dini

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan peringatan serius terkait potensi tsunami setinggi 50 sentimeter.

BNPB menekankan bahwa ketinggian tersebut tetap berisiko fatal. 

Tsunami dengan tinggi gelombang 50 cm dapat membahayakan nyawa manusia, terutama jika terjadi amplifikasi di wilayah teluk.

BNPB merujuk pada insiden tsunami Tohoku di Jepang pada tahun 2011 sebagai bukti. 

Meskipun gelombang tsunami yang tiba di Teluk Youtefa, Papua, diperkirakan hanya setinggi 50 sentimeter, ketinggian gelombang tersebut justru melonjak menjadi 3,8 meter saat memasuki area teluk. Kejadian ini mengakibatkan satu korban jiwa di Papua.

Selain potensi amplifikasi, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai adanya gelombang tsunami susulan yang berpotensi lebih besar dan merusak. 

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk mematuhi arahan agar menjauhi pantai. Juga menghentikan segala aktivitas di pesisir hingga batas waktu yang telah ditentukan demi keselamatan.

Berdasarkan rilis BNPB, berikut prediksi waktu kemunculan gelombang tsunami di berbagai wilayah.

- Tsunami tiba di Kepulauan Talaud pada pukul 13.52 WIB

- Halmahera Utara tiba pada 14.04 WIB

- Manokwari pada 14.08 WIB

- Raja Ampat bagian utara pada 14.18 WIB

- Biak Numfor pada 14.21 WIB

- Supiori pada 14.21 WIB 

- Sorong bagian utara pada 14.24 WIB.

Baca juga: 5 Titik Lokasi Tsunami di Gorontalo, BMKG Imbau Masyarakat Batasi Aktivitas

BNPB akan mengadakan rapat evaluasi terkait peringatan dini dan penanganan darurat malam ini, Rabu (30/7), pukul 18.00 WIB. 

Rapat ini akan melibatkan berbagai pemangku kebijakan terkait di sejumlah lokasi untuk membahas langkah-langkah selanjutnya.

Berdasarkan pemodelan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Provinsi Gorontalo kini telah dikeluarkan dari daftar daerah yang berpotensi terdampak tsunami. 

Pembaruan data peringatan dini tsunami akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,7 di Pesisir Timur Kamchatka, Rusia, menunjukkan bahwa wilayah Gorontalo tidak lagi tercantum dalam tabel status peringatan.

Sebelumnya, beberapa wilayah di Indonesia Timur seperti Papua, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara masih berstatus Siaga dan Waspada dengan perkiraan waktu kedatangan gelombang tsunami yang berbeda-beda.

Meskipun demikian, BMKG menegaskan bahwa status peringatan dini tsunami untuk wilayah Gorontalo secara resmi masih dalam status 'Waspada' hingga pengumuman pencabutan peringatan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menjauhi area pantai, dan selalu mencari informasi resmi hanya dari BMKG.

Peringatan dini tsunami wilayah Gorontalo masih berstatus WASPADA sampai peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir. 

 

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved