Peringatan Tsunami Gorontalo
Belajar dari Kasus Tsunami Jepang, BNPB Minta Masyarakat Tak Remehkan Peringatan Dini
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan peringatan serius terkait potensi tsunami setinggi 50 sentimeter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/pesisir-pantai-gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan peringatan serius terkait potensi tsunami setinggi 50 sentimeter.
BNPB menekankan bahwa ketinggian tersebut tetap berisiko fatal.
Tsunami dengan tinggi gelombang 50 cm dapat membahayakan nyawa manusia, terutama jika terjadi amplifikasi di wilayah teluk.
BNPB merujuk pada insiden tsunami Tohoku di Jepang pada tahun 2011 sebagai bukti.
Meskipun gelombang tsunami yang tiba di Teluk Youtefa, Papua, diperkirakan hanya setinggi 50 sentimeter, ketinggian gelombang tersebut justru melonjak menjadi 3,8 meter saat memasuki area teluk. Kejadian ini mengakibatkan satu korban jiwa di Papua.
Selain potensi amplifikasi, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai adanya gelombang tsunami susulan yang berpotensi lebih besar dan merusak.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk mematuhi arahan agar menjauhi pantai. Juga menghentikan segala aktivitas di pesisir hingga batas waktu yang telah ditentukan demi keselamatan.
Berdasarkan rilis BNPB, berikut prediksi waktu kemunculan gelombang tsunami di berbagai wilayah.
- Tsunami tiba di Kepulauan Talaud pada pukul 13.52 WIB
- Halmahera Utara tiba pada 14.04 WIB
- Manokwari pada 14.08 WIB
- Raja Ampat bagian utara pada 14.18 WIB
- Biak Numfor pada 14.21 WIB
- Supiori pada 14.21 WIB
- Sorong bagian utara pada 14.24 WIB.
Baca juga: BREAKING NEWS: BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami Gorontalo, Masyarakat Diimbau Waspada
BNPB akan mengadakan rapat evaluasi terkait peringatan dini dan penanganan darurat malam ini, Rabu (30/7), pukul 18.00 WIB.
Rapat ini akan melibatkan berbagai pemangku kebijakan terkait di sejumlah lokasi untuk membahas langkah-langkah selanjutnya.
Berdasarkan pemodelan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Provinsi Gorontalo kini telah dikeluarkan dari daftar daerah yang berpotensi terdampak tsunami.
Pembaruan data peringatan dini tsunami akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,7 di Pesisir Timur Kamchatka, Rusia, menunjukkan bahwa wilayah Gorontalo tidak lagi tercantum dalam tabel status peringatan.
Sebelumnya, beberapa wilayah di Indonesia Timur seperti Papua, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara masih berstatus Siaga dan Waspada dengan perkiraan waktu kedatangan gelombang tsunami yang berbeda-beda.
Meskipun demikian, BMKG menegaskan bahwa status peringatan dini tsunami untuk wilayah Gorontalo secara resmi masih dalam status 'Waspada' hingga pengumuman pencabutan peringatan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menjauhi area pantai, dan selalu mencari informasi resmi hanya dari BMKG.
"Peringatan dini tsunami wilayah Gorontalo masih berstatus WASPADA sampai peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir.
Diharapkan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menjauhi pantai. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG," demikian keterangan resmi dari BMKG.
BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap mematuhi arahan evakuasi jika sewaktu-waktu diperlukan.
Pemutakhiran informasi akan terus dilakukan seiring dengan perkembangan data pengamatan muka air laut.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tsunami yang berasal dari Rusia ini akan tiba di perairan Gorontalo pada pukul 16.39 WITA, Rabu (30/7/2025).
Tsunami ini dipicu oleh gempa tektonik M8.7 yang berpusat di pesisir timur Kamchatka, Rusia pada pukul 06.24 WIB.
BMKG menganalisa gelombang tsunami di Gorontalo diperkirakan kurang dari 0,5 meter.
Masyarakat tidak perlu panik dan menjauhi pantai hingga peringatan tsunami berakhir.
"Tidak perlu panik, tenang," ujar Andri Wijaya selaku Bidang, Kepala Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Gorontalo saat dihubungi TribunGorontalo.com, Rabu (30/7/2025).
Andri meminta kepada warga Gorontalo untuk membatasi aktivitas di wilayah pesisir.
"Kuncinya itu tetap tenang, Jangan dulu beraktivitas di pesisir, jangan dulu mandi di pantai," imbuhnya.
Adapun lima titik lokasi terjadinya tsunami ini adalah Pantai Leato Selatan,Talumolo, Tenda, Pohe dan Tanjung Kramat.
Namun, Andri menegaskan ini bukanlah tsunami besar seperti yang terjadi di provinsi lain.
"Jangan berpikir ini kayak tsunami di Aceh, itu nggak," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.