PLN
PLN Bikin Terang Pelosok Nias Melalui Inovasi Super Sun
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nias, menyediakan akses listrik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sambut-Hari-Kemerdekaan-PLN-Hadirkan-Listrik-untuk-Sekolah-di-Pelosok-Nias-lewat-Inovasi-Super-Sun.jpg)
12. SD Negeri 076736 Lambak
13. SD Negeri 078473 Bawoorudua
14. SD Negeri 078144 Biang
15. SD Negeri 071134 Bais
Sebanyak 13 sekolah lainnya sedang dalam tahap survei dan pemasangan.
Seluruh 28 sekolah ini ditargetkan akan terlistriki sepenuhnya pada 8 Agustus 2025, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Ahmad Syauki, menyatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui PLN dalam mendukung akses pendidikan di daerah terpencil.
“Inovasi Super Sun adalah solusi berkelanjutan dari PLN untuk menjangkau wilayah yang belum dialiri listrik, dengan memanfaatkan teknologi NanoGRID berbasis ESG menuju NZE (Net Zero Emission).
Ini adalah kado kemerdekaan dari PLN untuk anak-anak bangsa di Kepulauan Nias, agar mereka dapat belajar lebih baik, lebih produktif, dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” jelas Ahmad Syauki.
Kepala SD Negeri 078504 Baruyu Sidombua juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan listrik yang telah diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN. Berkat Super Sun, anak-anak kami kini bisa belajar di malam hari, dan kegiatan belajar mengajar pun menjadi jauh lebih efektif,” ungkapnya penuh haru.
Program Super Sun sendiri menggunakan sistem off-grid tenaga surya, yang dilengkapi dengan baterai penyimpanan dan perangkat inverter.
Sistem ini mampu menyediakan listrik secara mandiri di lokasi-lokasi yang tidak memungkinkan untuk disambungkan ke jaringan listrik utama.
PLN terus berkomitmen untuk menghadirkan keadilan energi di seluruh penjuru negeri, memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dalam akses terhadap energi dan pendidikan. (*)