Musda Golkar Gorontalo
Profil Idah Syahidah Pemimpin Baru Golkar Gorontalo, Wanita Inspiratif Kelahiran Solo
Kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Gorontalo resmi berganti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Idah-Syahidah-0033.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, GORONTALO – Kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Gorontalo resmi berganti.
Idah Syahidah Rusli Habibie ditetapkan sebagai Ketua DPD I Golkar Gorontalo untuk periode 2025–2030.
Penetapan ini dilakukan melalui Musyawarah Daerah (Musda) di Hulontalo Ballroom, Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, pada Minggu (27/7/2025).
Wakil Gubernur perempuan pertama di Gorontalo ini terpilih secara aklamasi.
Seluruh DPD II kabupaten/kota, organisasi sayap partai, serta perwakilan DPP Partai Golkar secara kompak mengusung namanya sebagai calon tunggal.
Penetapan secara aklamasi dikonfirmasi oleh Sekretaris Panitia Musda, Sucipto Potabuga, dan dilakukan oleh pimpinan sidang Musda dari DPP Golkar, Hakim Kamarudin.
Terpilihnya Idah Syahidah juga menandai berakhirnya kepemimpinan Rusli Habibie, yang telah memimpin Golkar Gorontalo selama tiga periode.
Sebagai bentuk penghargaan, forum Musda bersama DPP Golkar sepakat mengangkat Rusli Habibie sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPD I Golkar Gorontalo.
Idah Syahidah Rusli Habibie: Dari Staf Klinik hingga Orang Nomor Dua di Gorontalo
Wanita inspiratif yang akrab disapa Idah ini lahir di Solo pada 11 Maret 1964.
Meskipun usianya kini menginjak 61 tahun saat dilantik, semangatnya dalam mengabdi kepada pemerintahan dan rakyat tak pernah pudar. Ia adalah sosok yang selalu energik dan penuh dedikasi.
Idah Syahidah memilih terjun ke dunia politik, mengikuti jejak sang suami, Rusli Habibie, yang kita kenal sebagai Gubernur Gorontalo dua periode.
Nama Idah semakin melejit di mata publik sejak ia terpilih sebagai anggota DPD RI.
Sebelum namanya berkibar di kancah politik, Idah sempat berkarier sebagai staf di Klinik Ginjal RA Habibie dari tahun 1990-1992.
Kemudian, ia menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Wilayah Sosial Jawa Barat dari 1992-2000. Tak berhenti di situ, Idah juga pernah mengabdikan diri di PRSB Prof.Dr. Soeharso Solo selama dua tahun.