Sabtu, 7 Maret 2026

Kasus Ijazah Jokowi

12 Terlapor, 10 Saksi, dan 2 Ijazah Disita: Polisi Dalami Dugaan Fitnah Terhadap Jokowi

Dalam proses penyidikan yang digelar di Mapolresta Solo, polisi memeriksa setidaknya 10 saksi, termasuk teman lama Jokowi saat duduk di bangku SMA.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto 12 Terlapor, 10 Saksi, dan 2 Ijazah Disita: Polisi Dalami Dugaan Fitnah Terhadap Jokowi
Twitter/X/Canva
KASUS IJAZAH JOKOWI - Dalam proses penyidikan yang digelar di Mapolresta Solo, polisi memeriksa setidaknya 10 saksi, termasuk teman-teman lama Jokowi saat duduk di bangku SMA.  

TRIBUNGORONTALO.COM -- Penyelidikan terhadap dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), terus bergulir.

Polda Metro Jaya kini semakin serius menindaklanjuti laporan Jokowi terkait tudingan ijazah palsu yang disebarkan sejumlah pihak melalui media sosial.

Dalam proses penyidikan yang digelar di Mapolresta Solo, polisi memeriksa setidaknya 10 saksi, termasuk teman-teman lama Jokowi saat duduk di bangku SMA. 

Selain itu, penyidik juga telah menyita dua ijazah asli milik Jokowi ijazah SMA dan ijazah sarjana dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta – untuk kepentingan pembuktian.

Baca juga: Pasca Gempa Bumi di Gorontalo Berkekuatan 6,3 Magnitudo, Aktivitas Warga Kembali Normal

Teman sebangku Jokowi saat SMA, Bambang Surojo, ikut dipanggil penyidik Polda Metro Jaya di Polresta Solo.

Jokowi melaporkan total 12 orang terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik atas tudingan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya.

Laporan tersebut diajukan ke Polda Metro Jaya pada 30 April 2025, dan hingga kini terus berproses di kepolisian.

Bambang Surojo memastikan Jokowi adalah teman semasa SMA-nya.

Dalam pengakuannya, Bambang menceritakan soal sejarah SMAN 6 Solo dan SMPP.

Menurutnya, saat itu, ia dan rekan-rekannya lulus sebagai siswa SMAN 6 Solo. 

Padahal, awal pendaftaran di SMAN 5 Solo yang lokasinya bersebelahan.

"Jadi pada saat itu kami mendaftar sekolah itu di SMA Negeri 5 Surakarta, itu ada 11 kelas."

"Kemudian ada pengembangan sekolah, dari kelas 1 satu sampai 1 enam itu menjadi SMA 5."

"Kelas 1 tujuh sampai kelas 1 sebelas menjadi SMA 6. Dan karena kelas 1 tujuh sampai kelas 1 sebelas masuknya siang, kita menyebutnya SMA 5 siang," tutur Bambang, Rabu, dikutip dari TribunSolo.com.

Bambang menjelaskan, angkatannya termasuk Jokowi kala itu harus menempuh 7 semester atau 3,5 tahun dari kelas 1 sampai 3 SMA karena adanya perubahan kurikulum.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved