Berita Bone Bolango
Tembus Batu Papan, TNI dan Warga Buka Akses Puncak Waolo Gorontalo
Sejak puluhan tahun lalu, Dusun Waolo berdiri sunyi di punggung bukit Molotabu. Dikelilingi rimbun hutan, dusun kecil di Kecam
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TMMD-2025-Komandan-Kodim-1304-Gorontalo-Kolonel-Arm-Asep-Ridwan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango — Sejak puluhan tahun lalu, Dusun Waolo berdiri sunyi di punggung bukit Molotabu.
Dikelilingi rimbun hutan, dusun kecil di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo ini ibarat pulau di atas gunung, terpisah, terjal, dan seolah sengaja disembunyikan alam.
Untuk menjangkau Waolo, penduduk harus menempuh perjalanan hingga 2,5 jam dari pusat Desa Molotabu.
Jalan setapak berkelok, mendaki, menurun, lalu mendaki lagi. Motor trail jadi tumpuan, selebihnya kaki yang memikul sisa tenaga.
Warganya jalan kaki kalau motor tidak bisa lewat. Saat hujan, batu licin, motor susah naik.
Tak banyak yang tahu, di balik puncak Waolo ada potensi lahan subur, air terjun, hamparan jagung, kacang tanah, dan cabai.
Namun, keterisolasian menjadikan hasil panen hanya sekadar cukup, ekonomi warga nyaris stagnan, tak pernah benar-benar bergerak naik.
Waolo penuh komoditas. Jagung ada, cabai ada, tapi semua itu sulit dibawa keluar lantaran aksesnya.
Batu papan, begitu warga menyebut jalan di dusun mereka. Sebab di sinilah masalah berakar.
Badan jalan berupa bebatuan keras dan pipih, nyaris tak ada jalur rata yang bisa dilalui kendaraan besar.
Di sinilah TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 tahun 2025 hadir membawa harapan.
Sejak dua minggu lalu, ratusan personel Kodim 1304 Gorontalo mulai membuka jalan menuju Waolo. Rabu (23/7/2025), upacara pembukaan resmi digelar di Lapangan Molotabu.
““Kami sudah melaksanakan pra-TMMD selama dua minggu. Setelah pembukaan ini, Satgas akan langsung bekerja di lapangan. Selain itu, kami juga libatkan masyarakat, instansi vertikal, BUMN, dan lembaga lain agar kegiatan ini bisa selesai tepat waktu,” ujar Komandan Kodim 1304 Gorontalo, Kolonel Arm Asep Ridwan, kepada Tribun Gorontalo.
Sebanyak 150 personel dikerahkan, dengan 110 di antaranya bekerja di jalur batu papan.
Meski di atas kertas target pembukaan jalan hanya satu bulan, medan Dusun Waolo memberi tantangan: bebatuan keras dan cuaca tak menentu.
“Kondisi medan di Dusun Waolo sangat berbatu. Warga menyebutnya batu papan. Ini membuat alat berat sulit masuk dan akses kerja jadi terbatas. Selain itu, cuaca juga menjadi tantangan karena tidak bisa diprediksi,” ungkapnya.
Meski demikian, semangat warga disebut luar biasa. Pekerjaan fisik bergulir siang-malam, bergandengan tangan antara tentara, masyarakat, pemerintah daerah, hingga BUMN.
“Masyarakat sangat antusias karena pembukaan jalan ini akan memperpendek waktu tempuh dari Dusun Waolo ke pusat Desa Molotabu. Mereka mendukung penuh, bahkan ikut terlibat langsung,” jelas Asep.
Dengan kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembukaan jalan melalui TMMD ini diharapkan tidak hanya membuka akses fisik, tetapi juga membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan warga Dusun Waolo dan sekitarnya.
(*)
| Bupati Bone Bolango Ismet Mile Santai Tanggapi Isu Pindah Partai: NasDem Oke, Golkar Oke! |
|
|---|
| Semarak Sumpah Pemuda ke-97 di Bone Bolango Gorontalo: ASN Tampil dengan Pakaian Adat Nusantara |
|
|---|
| Polisi Buru Pembobol Warung Warga Kabila Gorontalo, Rupanya Pelaku Pernah Sekali Curi Barang Korban |
|
|---|
| Usai Jalani Adat Mopotilolo, Iswan Mustapa Resmi Emban Tugas Sekda Bone Bolango |
|
|---|
| Bupati Ismet Mile Sambut Baik Kolaborasi Fakultas Kedokteran UI dan UNG bersama RS Toto Kabila |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.