Aleg Gorontalo Diteror
Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Pembakaran Mobil Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo
Kasus pembakaran mobil anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Tony Harun, tengah diselidiki polisi.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kasus pembakaran mobil anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Tony Harun, tengah diselidiki polisi.
Kapolres Gorontalo, AKBP Ki Ide Bagus Tri, mengungkap bahwa sudah tujuh orang saksi yang diperiksa oleh penyidik.
“Sampai dengan saat ini penyelidikan masih terus berjalan. Per kemarin, sudah ada tujuh saksi yang kita mintai keterangan. Korban juga nantinya akan kami minta keterangan tambahan karena masih dalam proses lidik,” ujar Kapolres kepada TribunGorontalo.com, Rabu (23/7/2025).
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tim Identifikasi Polres Gorontalo telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan insiden pembakaran mobil tersebut.
“Kita amankan beberapa serpihan botol, pecahan-pecahan, dan bekas yang terbakar. Ada juga bahan yang dilakukan swab, dan hasil awal menunjukkan adanya kandungan minyak dan bensin,” jelasnya.
Meski belum secara resmi menyebut peristiwa ini sebagai serangan bom molotov, Kapolres menduga pelaku sengaja ingin membakar mobil.
“Kalau dugaan sementara memang mobil itu dibakar, nanti masih kita cek lagi untuk kepastian secara teknis,” katanya.
Pihak kepolisian juga telah mengamankan rekaman CCTV dari dua titik lokasi berbeda yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.
Baca juga: Jawaban Hamim Pou saat Ditanya Apakah Ingin Kembali ke Dunia Politik Pasca Putusan PN Gorontalo
“Ada rekaman CCTV di dua titik. Tapi untuk detail apakah itu merekam pelaku atau tidak, nanti akan kami sampaikan setelah didalami,” ucapnya.
Kapolres menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari korban sekitar pukul 06.30 Wita, pihaknya langsung bergerak cepat.
Polsek Tibawa lebih dahulu memasang garis polisi. Disusul kedatangan Tim Opsnal dan Brimob Polda Gorontalo.
Polres Gorontalo juga telah melakukan koordinasi dengan Ditreskrimum Polda Gorontalo dan tim Identifikasi Polda Gorontalo.
“Mohon doanya agar kasus ini segera terang dan pelakunya bisa kita ungkap,” jelas Kapolres.
Kronologi
Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Tony Harun, mengungkap detik-detik mobilnya terbakar usai dilempari bom molotov.
Menurut Tony, keluarganya sedang tertidur lelap di rumah mereka di Jalan Trans Sulawesi, Desa Isimu Utara, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 02.30 Wita pada Senin (21/7/2025).
"Istri saya yang membangunkan. Dia bilang mobil terbakar. Saya langsung lari keluar, warga sudah ramai teriak minta tolong," ungkap Tony kepada TribunGorontalo.com, Senin.
Berkat bantuan tetangga, api berhasil dipadamkan menggunakan alat seadanya.
Tony lantas mencurigai ada oknum sengaja merusak kendaraanya itu.
"Saya lihat ada pecahan botol. Waktu saya cium, baunya minyak tanah. Saya bilang ke warga jangan sentuh dulu, ini mencurigakan. Saya langsung lapor ke Polres Limboto jam 05.30 pagi," jelasnya.
Tim dari Polres Gorontalo bersama Brimob langsung mendatangi rumah Tony Harun. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Tony menduga kejadian yang dialaminya ada sangkut paut dengan aktivitas politik.
Anggota Fraksi NasDem itu menyebut kejadian ini baru terjadi sekali dalam hidupnya.
"Baru satu tahun lebih saya masuk politik, dan ini terjadi. Dugaan saya, ini bagian dari persaingan politik," bebernya.
Tony menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki konflik dengan siapa pun.
Ia berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku.
"Saya serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Yang pasti, ini bukan kejadian biasa," tutupnya.
(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kapolres-Gorontalo-AKBP-Ki-Ide-Bagus-Tri-saat-diwawancarai-TribunGorontalocom.jpg)