Info Cuaca Gorontalo

BMKG Ingatkan Warga Gorontalo, Hujan Agustus Bisa Lebih Deras dari Biasanya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Gorontalo merilis peta prakiraan terbaru yang menunjukkan sebagian

Editor: Wawan Akuba
BMKG
INFO CUACA GORONTALO - Waspada! Hujan di Gorontalo Agustus Diprediksi Lebih Sering Turun 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Warga Gorontalo patut bersiap menghadapi potensi hujan yang lebih sering turun pada Agustus 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Gorontalo merilis peta prakiraan terbaru yang menunjukkan sebagian besar wilayah di provinsi ini akan mengalami sifat hujan ATAS NORMAL.

Dalam peta prakiraan sifat hujan yang dipublikasikan BMKG, seluruh wilayah Gorontalo didominasi warna hijau tua.

Artinya  curah hujan bulan depan diprediksi berada pada kisaran 151 hingga lebih dari 200 persen dibandingkan rata-rata hujan Agustus di tahun-tahun sebelumnya.

BMKG melalui rilis resminya, menjelaskan bahwa sifat hujan di atas normal menandakan hujan kemungkinan turun dengan frekuensi lebih sering.

Biasanya durasi lebih panjang, meskipun total curah hujannya secara umum masih dalam kategori menengah.

Berdasarkan peta prakiraan curah hujan, sebagian besar wilayah Gorontalo diperkirakan akan menerima hujan antara 101 hingga 300 mm sepanjang Agustus 2025.

Namun, ada juga beberapa titik di wilayah utara dan barat yang masih akan mengalami curah hujan kategori rendah, berkisar antara 51 hingga 100 mm.

BMKG juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan padat penduduk dan lahan pertanian.

Dengan pola hujan yang bisa tiba-tiba berubah, risiko genangan di permukiman dan kerusakan lahan pertanian bisa meningkat.

Petani diimbau mulai menyesuaikan pola tanam agar lahan tidak tergenang air dalam waktu lama.

Komoditas seperti padi, jagung, dan hortikultura perlu penanganan ekstra di musim hujan yang sifatnya di atas normal, karena kelembapan berlebih bisa memicu gagal panen atau serangan hama penyakit tanaman.

Selain itu, warga di bantaran sungai dan daerah lereng bukit juga diminta rutin membersihkan saluran air, drainase, dan parit agar air hujan tidak meluap ke rumah-rumah.

BMKG pun menyarankan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menyumbat aliran air.

Nelayan dan pekerja lapangan juga diminta waspada terhadap potensi hujan deras mendadak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved