Car Free Day
Siska Reani Jual Aksesori untuk Pelari di Kota Gorontalo Setiap Car Free Day
Siska Reani (37) warga Kelurahan Lekobalo Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, berjualan aksesori di Kota Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Siska-Reani-berjualan-di-Jalan-DI-Panjaitan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Siska Reani (37) warga Kelurahan Lekobalo Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, berjualan aksesori di Kota Gorontalo.
Siska menawarkan dagangannya ke warga yang lari pagi di Jalan DI Panjaitan, Kota Gorontalo, Minggu (20/7/2025).
Ia berjualan setiap car free day mulai pukul 06.00 Wita hingga 09.30 Wita.
"Saya buka dari pagi, sekitar jam 6 sampai semua orang sudah pulang," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu.
Siska biasa mangkal di sekitar Tugu Saronde, Kota Gorontalo. Ia juga memiliki lapak di Lapangan Taruna Remaja.
"Hanya hari Minggu buka saat car free day," beber Siska.
Selain di jalan, Siska juga sering menjual dari rumahnya. Biasanya orang akan datang untuk membeli melalui via online.
"Saya juga di hari-hari lain berjualan tapi di rumah," jelasnya.
Baca juga: Viral Wanita Cantik Ketahuan Curi Pakaian di Toko Kota Gorontalo, Pelaku Tuai Simpati Warganet
Ia mulai menggeluti UMKM ini dari tahun 2020. Bermodalkan meja yang diletakkan di pinggir jalan.
Menurut Siska. dagangannya paling banyak dibeli oleh wanita dewasa. Adapun kaum laki-laki lebih banyak tertarik pada kacamata.
Harganya terjangkau dimulai dari harga Rp 3 ribu hingga Rp 60 ribu.
"Di sini harganya murah-murah kalau jepit rambut itu dimulai dari harga Rp 3 ribu saja, kalau topi itu Rp 15 ribu," paparnya.
UMKM nya pun dinamakan lapak Barokah. Siska berharap semua dagangnya itu mendatangkan keberkahan.
"Nama ini kan sesuai nama Arab Barokah jadi semoga berkah rezekinya," katanya.
Berjualan di tempat terbuka membuat Siska kesulitan kala hujan turun. Namun baginya hujan adalah rahmat Tuhan.
"Kadang hujan tapi alhamdulillah paling sering hanya sampai Subuh, tapi menurut saya pendapatan tetap sama, ada ada saja rezekinya," ucapnya bersyukur.
Ia menyebutkan pendapatan berjualan setiap hari Minggu cukup signifikan.
"Alhamdulillah juga dengan adanya car free day ini, pendapatan meningkat karena masyarakat bukan hanya dari Kota Gorontalo tapi dari wilayah lain," tandasnya.
Ia berharap car free day akan terus digelar karena bisa meningkatkan minat para masyarakat untuk jogging tapi juga menumbuhkan perekonomian khususnya UMKM.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.