Rabu, 4 Maret 2026

Gempa Bumi

Gempa Magnitudo 2,1 Guncang Wilayah Selatan Lampung, Warga Diimbau Tetap Waspada

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 2,1 terjadi di wilayah Selatan Sumatra, tepatnya di sekitar pesisir Kabupaten Pesawaran,

|
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gempa Magnitudo 2,1 Guncang Wilayah Selatan Lampung, Warga Diimbau Tetap Waspada
TribunGorontalo.com
GEMPA BUMI -- Gempa dangkal magnitudo 2,1 mengguncang wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran, Lampung. Tidak berpotensi tsunami, namun warga diimbau tetap waspada dan memahami jalur evakuasi. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 2,1 terjadi di wilayah Selatan Sumatra, tepatnya di sekitar pesisir Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, pada Sabtu (19/7/2025) pukul 14.21 WIB.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 5,26 Lintang Selatan dan 104,25 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Lokasi ini berjarak sekitar 40 kilometer arah barat daya dari Kota Bandar Lampung.

Gempa bermagnitudo kecil dengan kedalaman dangkal seperti ini umumnya terjadi akibat aktivitas patahan lokal di sekitar zona subduksi lempeng.

Baca juga: Waspada Gelombang Tinggi! Bibit Siklon Picu Ombak hingga 2,5 Meter di Perairan Gorontalo

Gempa dangkal sering kali dirasakan di sekitar pusat gempa, meskipun dampaknya tidak signifikan.

Magnitudo yang kecil menunjukkan energi pelepasan yang rendah, sehingga jarang memicu kerusakan.

Kawasan Selatan Sumatra, khususnya pesisir Lampung dan Selat Sunda, memang termasuk wilayah rawan gempa bumi.

Ini disebabkan pertemuan Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia, memicu aktivitas seismik di sepanjang zona megathrust dan patahan lokal di darat maupun laut.

Wilayah pesisir Lampung sudah beberapa kali mengalami gempa kecil hingga sedang.

Gempa-gempa dangkal sering terjadi, terutama di sekitar Pulau Sebesi, Teluk Lampung, hingga Selat Sunda.

Meskipun intensitasnya rendah, riwayat aktivitas ini mengingatkan bahwa potensi gempa lebih besar tetap ada, sehingga kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan.

Masyarakat di wilayah rawan gempa diimbau memahami langkah-langkah mitigasi bencana.

Jika merasakan guncangan, warga diimbau segera menjauh dari bangunan yang berpotensi roboh, mematikan sumber api, dan mencari tempat aman di area terbuka. B

agi yang tinggal di dekat pantai, penting untuk mengenali jalur evakuasi tsunami meskipun gempa kecil seperti ini umumnya tidak menimbulkan tsunami.

Warga juga disarankan memeriksa kondisi bangunan secara berkala, memastikan struktur rumah cukup tahan guncangan ringan, serta menyiapkan tas darurat berisi perlengkapan pokok seperti air minum, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.

BMKG mengingatkan agar informasi gempa hanya diikuti dari kanal resmi untuk menghindari kabar simpang siur yang dapat menimbulkan kepanikan.

Hingga laporan ini diterbitkan, gempa dengan magnitudo 2,1 tersebut tidak menimbulkan kerusakan maupun laporan kerugian di wilayah terdampak.

Namun, kewaspadaan tetap menjadi langkah terbaik menghadapi bencana geologi yang tidak dapat diprediksi.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved