Senin, 23 Maret 2026

Berita Gorontalo

Khawatir Bullying, Orangtua Siswa di Gorontalo Minta Guru Kawal Ketat Lingkungan Sekolah

Hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 81 Sipatana diwarnai dengan harapan besar dari para orang tua siswa.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Khawatir Bullying, Orangtua Siswa di Gorontalo Minta Guru Kawal Ketat Lingkungan Sekolah
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
MPLS -- Suasana MPLS di SDN 81 Sipatana, Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (16/7/2025). Suansa MPLS hari ke tiga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 81 Sipatana diwarnai dengan harapan besar dari para orang tua siswa.

Mereka berharap sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman, khususnya bebas dari praktik bullying dan pergaulan negatif.

Dalam wawancara bersama TribunGorontalo.com, sejumlah orang tua menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap lingkungan sekolah yang baru akan dijalani anak-anak mereka.

MPLS ini menjadi momen pengalaman pertama bagi mereka menyekolahkan anak di jenjang Sekolah Dasar (SD).

Mereka berharap pihak sekolah benar-benar memperhatikan potensi terjadinya bullying.

"Kalau bisa guru-guru harus terus memberikan imbauan rutin," ungkap Verawati Malanua, salah satu orang tua siswa.

Hal serupa disampaikan Astuti Mamonto. Ia mengaku khawatir anak-anaknya akan terpengaruh lingkungan pergaulan yang kurang baik.

"Agak khawatir, biasanya aktivitas positif anak di rumah hanya mengaji dan bermain," tuturnya.

Astuti menambahkan, ada sebagian anak-anak yang kurang mendapat pengawasan orang tua, sehingga ia cemas anak-anaknya akan terpengaruh hal-hal negatif.

"Ada anak-anak yang di luar pengawasan orang tua, bahkan pergaulannya sampai sudah tahu memaki," ucapnya.

Karena itu, para orang tua berharap pihak sekolah, khususnya para guru, dapat memberikan perhatian lebih, tidak hanya kepada siswa tetapi juga kepada para orang tua agar bisa bekerja sama membentuk lingkungan yang sehat bagi anak-anak.

Mereka sepakat kerja sama antara guru dan orang tua menjadi sangat penting di era sekarang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 81 Sipatana, Hapsa Idrus, menyatakan isu bullying memang menjadi perhatian serius pihak sekolah dan Dinas Pendidikan.

Bahkan, Hapsa ditunjuk sebagai penanggung jawab penanganan bullying di SDN 81 maupun SDN 82 Sipatana.

Pada MPLS tahun ini, pihak sekolah juga berencana melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pemberdayaan perempuan, untuk memberikan edukasi tambahan bagi orang tua.

"Mungkin minggu depan, karena banyak sekolah yang dilayani. Pada kesempatan itu juga akan dilakukan sosialisasi kepada para orang tua," beber Hapsa.

Tahun ini, SDN 81 Sipatana membuka dua rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas masing-masing 28 siswa.

Hingga hari ketiga MPLS, tercatat sudah 50 siswa yang ikut kegiatan tersebut.

Meski sekolah menerapkan sistem zonasi, sebagian besar siswa baru justru berasal dari wilayah Kabupaten Bone Bolango, mengingat letak sekolah yang berada di perbatasan.

"Tapi sudah ada pemberitahuan dari dinas, khusus untuk sekolah-sekolah di perbatasan," tambahnya.

MPLS di SDN 81 Sipatana akan berlangsung selama lima hari, hingga Jumat mendatang. Untuk tahun ajaran 2025/2026 ini, pendaftaran siswa baru di sekolah ini tidak dipungut biaya alias gratis. (*/Jian)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved