Minggu, 15 Maret 2026

Tarif Impor Trump

Demi Besarkan Indonesia, Prabowo Bakal Borong 50 Pesawat Boeing 777 Untuk Garuda

Indonesia bakal borong pesawat Boeing 777. Hal itu ditegaskan Presiden Prabowo Subianto.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Demi Besarkan Indonesia, Prabowo Bakal Borong 50 Pesawat Boeing 777 Untuk Garuda
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PESAWAT - Presiden Prabowo bakal beli Pesawat Boeing 777 untuk besarkan Indonesia 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Indonesia bakal borong pesawat Boeing 777.

Hal itu ditegaskan Presiden Prabowo Subianto.

Kata Prabowo, hal itu untuk membesarkan Indonesia dan kesepakatan tarif impor yang diterapkan trump.

Dilansir dari Tribunnews.com, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menetapkan tarif impor barang Indonesia menjadi 19 persen, turun yang dari sebelumnya diumumkan sebesar 32 persen.

Trump juga mengatakan bahwa kesepakatan tersebut juga mencakup komitmen Indonesia untuk membeli Energi AS senilai 15 miliar dolar, produk pertanian AS senilai 4,5 miliar dolar, dan 50 pesawat Boeing.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, pembelian pesawat Boeing diperlukan untuk membesarkan Garuda Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Garuda merupakan kebanggaan Indonesia yang lahir dalam perang kemerdekaan Indonesia.

"Iya memang kita kan perlu untuk membesarkan Garuda ya. Garuda adalah kebanggaan kita. Garuda adalah flag carrier nasional." 

"Garuda lahir dalam perang kemerdekaan kita. Jadi Garuda harus menjadi lambang Indonesia. Kita bertekad, saya bertekad untuk membesarkan Garuda," ujar Prabowo di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/7/2025). 

Prabowo lantas menjelaskan, untuk membesarkan Garuda, maka dibutuhkan pesawat baru.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, Boeing mempunyai kualitas yang cukup bagus.

"Dan untuk itu ya kita butuh pesawat-pesawat baru dan saya kira enggak ada masalah karena kita butuh, mereka ingin jual." 

"Pesawat Boeing juga cukup bagus. Kita juga tetap dari Airbus ya. Jadi akhirnya terjadi apa pertemuan dua kepentingan," ucapnya.

Selain itu, Prabowo Subianto menjelaskan bahwa Indonesia juga masih membutuhkan impor BBM, gas, kedelai, gandum, dan lain sebagainya.

"Jadi akhirnya kita bisa dapat suatu titik pertemuan," terang Prabowo.

Sebelumnya, Donald Trump pada Selasa (15/7/2025), mengumumkan dirinya telah menyetujui kesepakatan dagang dengan Indonesia.

Trump mengatakan tarif impor yang semula diancam setinggi 32 persen pada barang-barang Indonesia akan dipangkas menjadi 19 persen, dengan imbalan akses penuh untuk produk Amerika ke pasar Indonesia.

“Mereka akan membayar 19 persen dan kami tidak akan membayar apa pun... kami akan memiliki akses penuh ke Indonesia,” tulis Trump di Truth Social.

Trump juga mengklaim sebagai bagian dari kesepakatan itu, Indonesia berkomitmen membeli energi AS senilai 15 miliar dolar, produk pertanian Amerika senilai 4,5 miliar dolar, dan 50 pesawat Boeing.

Banggar DPR Minta Pemerintah Negosiasi Ulang

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah meminta pemerintah untuk melakukan negosiasi ulang soal penetapan tarif AS atas Indonesia sebesar 19 persen.

Adapun, tarif 19 persen tersebut merupakan hasil lobi tim Presiden Prabowo Subianto yang berhasil menurunkannya dari usulan awal Presiden AS Donald Trump sebesar 32 persen. 

"Kita akan terus mendorong pemerintah agar pemerintah memperluas pangsa ekspor ke negara-negara nontradisional, bahasa sehari-hari yang kita sampaikan kepada pemerintah," kata Said di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu.

Meski mengapresiasi upaya tim negosiasi Prabowo, Said ingin pemerintah mengkaji ulang dampak dari tarif 19 persen tersebut. 

"Kami di banggar dan pemerintah sudah sepakat untuk membuat mitigasi, karena mitigasi harus disiapkan."

"Apa pun yang terjadi dengan tarif sepihak, Kita harus punya mitigasi desain kebijakannya seperti ke depan. Kami sudah minta pemerintah untuk segera membuat itu semua," tandas politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved