Jalan di Gorontalo

Jalan Rusak Parah, Akses ke Desa Modelidu Gorontalo Terancam Lumpuh

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah penanganan serius agar akses vital ini kembali berfungsi

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
JALAN RUSAK - Pondisi sejumlah jalan menuju Desa Modelidu, Minggu (13/7/2025). Banyak jalan ambal yang kondisinya memprihatinkan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Jalan alternatif menuju Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, kini menjadi sorotan warga setempat.

Jalan sepanjang 8,9 kilometer yang membentang dari Desa Ulapato A hingga Desa Modelidu ini mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik.

Pantauan TribunGorontalo.com, Sabtu (13/7/2025), kondisi ruas jalan di kawasan tersebut tampak memprihatinkan.

Jalan bernama Jalan Tahir Manyo ini rawan amblas dan berisiko tinggi bagi pengguna jalan, terutama kendaraan roda empat.

Saat ini, kendaraan roda empat bahkan sudah tidak bisa melintas karena salah satu jembatan di Desa Ulapato B putus dan masih dalam tahap perbaikan.

Di Desa Ulapato A, dua jembatan lain juga terancam ambruk.

Meski kendaraan roda dua masih diizinkan melintas, pengendara diimbau tetap ekstra waspada karena terdapat lebih dari lima titik jalan yang amblas, dengan kedalaman hingga memakan hampir setengah badan jalan.

"Belum lama ini jalan di depan sana juga amblas," ungkap Rano Abdullah, salah satu warga setempat, saat ditemui TribunGorontalo.com.

Ia menambahkan, beberapa ruas jalan lainnya juga sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang sama.

Medan jalan yang terjal dan curam kian memperbesar risiko kecelakaan di jalur ini.

"Kalau ke atas sudah tidak ada, tapi ada jembatan yang dasarnya masih pakai kayu. Hati-hati pak," lanjut Rano memperingatkan pengendara.

Kawasan di sekitar jalan dipenuhi kebun jagung yang rapat di sisi kiri dan kanan, semakin menyulitkan manuver kendaraan yang melintas.

Jika kondisi jalan baik, perjalanan dari Desa Ulapato A ke Desa Modelidu hanya memakan waktu sekitar 23 menit.

Namun, dengan kerusakan saat ini, waktu tempuh bisa jauh lebih lama dan penuh risiko.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah penanganan serius agar akses vital ini kembali berfungsi normal dan tidak membahayakan keselamatan warga.

(*/Jian)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved