Universitas Negeri Gorontalo
Ratusan Mahasiswa UNG KKN di Boalemo, Wakil Rektor: Terapkan Ilmu dan Tumbuhkan Kepedulian
UNG menerjunkan ratusan mahasiswanya untuk KKN Profesi Kesehatan. Sebanyak 436 mahasiswa ini ditempatkan di 23 desa di Kabupaten Boalemo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KKN-UNG-436.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menerjunkan ratusan mahasiswanya untuk KKN Profesi Kesehatan.
Sebanyak 436 mahasiswa ini ditempatkan di 23 desa di Kabupaten Boalemo.
Mereka akan menjalani KKN selama 45 hari untuk mengabdikan diri ke masyarakat.
Kepala Pusat KKN UNG, Rosbin Pakaya menyebutkan KKB Profesi Kesehatan ini terdiri dari 405 KKN reguler dan 31 peserta non reguler.
Baca juga: Ramalan Zodiak Cancer, Leo, Virgo Besok Rabu 8 Juli 2025: Cinta, Kesehatan, Karier, Keuangan
Baca juga: Tak Mau Merepotkan Orang, Putri Patricia Siapkan Diri Tinggal di Panti Jompo Saat Tua
Ratusan mahasiswa ini berasal dari empat program studi (prodi) kesehatan, yakni prodi S1 kesehatan masyarakat, prodi S1 farmasi, prodi S1 keperawatan dan prodi S1 pendidikan kedokteran.
“Untuk pelaksanaan KKN profesi kesehatan akan dilakukan di 23 Desa yang seluruhnya berada di Kabupaten Boalemo. Pengabdian dilaksanakan selama 45 hari mulai tanggal 3 Juli 2025 hingga 19 Agustus 2025,” terang Rosbin.
Sementara itu, Abdul Hafidz Olii Wakil Rektor bidang Akademik UNG menyampaikan bahaw kegiatan KKN ini dirancang sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Selain itu, KKN ini juga sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam pelayanan kesehatan berbasis kesehatan.
Baca juga: 436 Mahasiswa UNG Terjun KKN Kesehatan di 23 Desa Boalemo, Ini Harapan Wakil Rektor
Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini Besok Rabu 9 Juli 2025: Cinta, Kesehatan, Karier, Keuangan
Sehingga KKN Profesi kesehatan ini merupakan kesempatan emas bagi para mahasiswa untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
“Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa berkontribusi di masyarakat, dengan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas masyarakat khususnya dibidang kesehatan,” ujar Hafidz.
Dihadapan mahasiswa, Hafidz mendorong peserta KKN kesehatan untuk memanfaatkan program pengabdian untuk belajar bersama masyarakat, memahami realitas lapangan, dan turut serta dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
“Dengan KKN Profesi Kesehatan ini, diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kompetensi profesional di bidang kesehatan,” pungkasnya. (*)
(TribunGorontalo.com/ADV UNG)