INFO CUACA
BMKG Sebut Indonesia Bakal Alami Kemarau Basah 2025, Ini Artinya
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BMKG-menyebut-2025-sebagai-tahun-kemarau-basah.jpg)
Kondisi ini menyebabkan banjir, longsor, hingga pohon tumbang.
Di wilayah Tangerang dan Jakarta Timur, hujan juga menyebabkan genangan dan kerusakan infrastruktur.
Bahkan di kawasan Puncak, Jawa Barat, intensitas hujan mencapai 150 mm per hari.
BMKG memprediksi potensi hujan lebat masih akan terus terjadi di berbagai wilayah, khususnya di Jawa bagian barat dan tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, NTB, Maluku, dan Papua.
Puncak potensi hujan diprediksi bergeser ke wilayah tengah dan timur Indonesia pada 10–12 Juli 2025.
Untuk merespons situasi ini, BMKG bersama BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan Jawa Barat, yang dijadwalkan berlangsung hingga 11 Juli.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Masyarakat diminta terus memantau informasi dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, situs www.bmkg.go.id, media sosial, atau call center 196. (*)
INFO CUACA
BMKG
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Wilayah terdampak hujan
Dwikorita Karnawati
| Prakiraan Cuaca Gorontalo Senin 2 Maret 2026, Siang Berpotensi Hujan Ringan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Gorontalo Sabtu 21 Februari 2026, Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah |
|
|---|
| Siang Hingga Malam Gorontalo Diprakirakan Diguyur Hujan 17 Feb 2026, Ini Wilayah Paling Berisiko |
|
|---|
| BMKG Prediksi Hujan Masih Dominasi Gorontalo, Sejumlah Wilayah Diminta Siaga |
|
|---|
| BMKG Sebut Gorontalo Masuki Akhir Musim Hujan, Waspada Pancaroba Maret–Mei |
|
|---|