Objek Wisata Gorontalo
Melihat Pantai Leato Selatan, Jadi Spot Foto Anak Muda Gorontalo
Sejumlah objek wisata populer Gorontalo ada di pesisir pantai selatan dari wilayah Kota Gorontalo hingga Kabupaten Bone Bolango tersebut.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Objek-Wisata-Pantai-Leato-Selatan-Kota-Gorontalo-dfd.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, GORONTALO - Keindahan pesisir pantai Selatan Gorontalo tak bisa diragukan lagi. Kawasan Teluk Tomini ini menyajikan keindahan pantai dan bawah laut yang menawan.
Sejumlah objek wisata populer Gorontalo ada di pesisir pantai selatan dari wilayah Kota Gorontalo hingga Kabupaten Bone Bolango tersebut.
Ada objek wisata Pantai Kurenai, Pantai Kasomaru, Hiu Paus Botubarani, Karang Indah Oluhuta, Taman Laut Olele bahkan sejumlah resort populer ada di pesisi pantai tersebut.
Hampir semua lokasi di Pantai Selatan Gorontalo ini menawarkan keindahan pasir putih, gugusan karang yang indah hingga melihat terbenamnya matahari..
Misalnya, Pantai Leato Selatan, Kota Gorontalo yang kini menjadi spot foto anak muda Gorontalo. Lokasinya berada di deretan objek wisata termasuk Pantai Kurenai Beach Bone Bolango
Pantai ini memiliki suasana menenangkan dengan panorama alam dan menawarkan keindahan sunset.
Apalagi dihiasi batu karan sehingga cocok menjadi foto cantik yang diunggah ke media sosial.
Pengunjung tidak dipungut biaya masuk ke lokasi ini karena belum ada pengelolanya.
Kendati gratis, hasil foto-foto di lokasi ini tak kalah menarik dibanding objek wisata di sekitarnya
Amatan TribunGorontalo.com pada Minggu 29 Juni 2025 sore, banyak kendaraan yang terparkir di bahu jalan.
Belasan anak muda sudah berjejeran di pinggir pantai. Ada yang berbincang, ada yang foto-foto sambil menunggu matahari terbenam.
Pikan Abdul (24) Warga Botupingge Gorontalo mengungkapkan kekagumannya dengan lokasi tersebut.
"Pantainya indah, banyak batu karang besar dan bisa jadi spot foto," ungkapnya.
Pikan baru pertama kali datang ke lokasi ini, mulanya ia hanya sering melewati area pantai itu.
Dia sering melihat banyak kendaraan terparkir karena penasaran akhirnya turun untuk melihat lokasi tersebut.
"Perdana saya ke sini tadinya hanya lewat pas sudah di sini, eh banyak orang juga," bebernya.
Febi Mamente (26) Warga Kota Gorontalo mengakui keindahan pantai Selatan Gorontalo tersebut.
"Bagus di sini, apalagi kan belum banyak yang tau. Jadi masih punya tempat untuk berfoto dan memilih tempat yang kita suka," ujarnya.
Katanya, pantai itu masih tergolong kotor, karena banyak sampah yang berserakan bahkan pecahan botol juga ada di mana-mana.
"Sayang banyak sampah di sini, jadi sedikit kurang estetik," tegasnya.
Selain pengunjung yang sedang menikmati pantai. Ada juga beberapa warga yang sedang memancing ikan
Lokasi yang luas memungkinkan untuk camping.
Masjid At-Thoha Leato Selatan Ini Jadi Destinasi Warga Nikmati Panorama Sunset
Masjid At-Thoha di Jl R Atje Slamet, Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, menjadi destinasi warga menikmati panorama sunset (matahari terbenam).
Berada di pesisir pantai, masjid ini menyuguhkan pemandangan laut yang elok.
Selepas salat ashar, biasanya jemaah tidak langsung beranjak dari masjid. Mereka sesekali memandang laut.
Hembusan angin sepoi-sepoi menghadirkan suasana sejuk di tengah teriknya matahari senja.
Pantauan TribunGorontalo.com, Minggu (29/6/2025), beberapa pemuda asyik memancing di belakang Masjid At-Thoha.
Wiwin Badu, Takmirul Masjid At-Thoha, menerangkan masjid At-Thoha dibangun pada 2016 berkat swadaya masyarakat.
"Masjid ini karena keinginan masyarakat untuk membangun tempat salat," ungkap Wiwin kepada TribunGorontalo.com, Minggu.
"Awalnya masyarakat hanya ingin membangun musala karena tempat (rumah warga) jauh, mereka ingin ada dulu tempat untuk salat," bebernya.
Di tengah rencana itu, tiba-tiba Wiwin terbesit untuk membangun masjid saja berhubungan juga pada waktu itu ia sebagai ketua RT.
Namun masyarakat setempat sempat kebingungan mencari lokasi pembangunan masjid.
"Waktu itu lokasinya yang tidak ada," ungkap Wiwin.
Di tengah keputusasaan itu, ada warga menyarankan pembangunan masjid di tepi pantai.
"Kalau tidak ada tanah, mending di laut saja, itu kata teman saya," kenang Wiwin.
Meski terkendala anggaran, Wiwin bersama warga Leato Selatan mengumpulkan uang sumbangan setiap hari.
"Kita berpikir bersama-sama bagaimana membangun masjid. Akhirnya kita mengumpulkan uang sisa belanja setiap hari hingga terkumpul Rp 2 juta," tegasnya.
Tidak hanya mengumpulkan uang dari warga, Wiwin juga berusaha meminta bantuan kepada Pemerintah Kota Gorontalo.
"Tiba-tiba seseorang datang berbicara dengan saya, kemudian saya ungkit pembangunan masjid, lalu orang itu katanya akan menyampaikan ke Pak Wali," ujarnya.
Hanya berselang beberapa hari, orang asing itu datang lagi memberi informasi Marten Taha selaku Wali Kota Gorontalo saat itu bersedia membantu.
Tak hanya itu, sejumlah bantuan material bangunan dan anggaran terus berdatangan.
Masjid At-Thoha dibangun secara bertahap hingga akhirnya menjadi masjid yang kokoh walaupun berada di pesisir pantai.
Masjid ini memiliki kubah emas dengan bangunan didominasi cat hijau muda.
Samping bangunan terdapat area parkiran yang cukup bagi kendaraan roda dua.
Masjid At-thoha tidak hanya jawaban dari harapan warga Leato Selatan tapi tempat persinggahan bagi musafir. (*/Jefry)
| Kolam Cibutu Lekobalo, Mata Air Abadi yang Tak Pernah Kering di Kota Gorontalo |
|
|---|
| Nikmati View Laut dan Ibu Kota Kwandang dari Taman Pontolo Indah Gorontalo Utara |
|
|---|
| Ramai Dikunjungi di Awal 2026, Wisata Air di Kota Gorontalo Masih Dipadati Warga |
|
|---|
| Bukit Kaisomaru Gorontalo, Tempat Camping Baru dengan Sunset Memukau |
|
|---|
| Bikin Heboh Wisatawan! 8 Ekor Hiu Paus Muncul di Botubarani Gorontalo |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.