Komisi Irigasi Gorontalo
Komisi Irigasi Gorontalo Gelar Rapat Tahunan, Bahas Jadwal Tanam dan Efisiensi Pengelolaan Air
Komisi Irigasi Provinsi Gorontalo menggelar rapat tahunan, membahas berbagai isu strategis terkait pengelolaan sistem irigasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Komisi-Irigasi-Provinsi-Gorontalo-menggelar-rapat-tahunan.jpg)
(Penulis: Inayah, Mawar, Yolanda, Nurfiska/ Peserta Magang dari UNG)
TRIBUNGORONTALO.COM – Komisi Irigasi Provinsi Gorontalo menggelar rapat tahunan, membahas berbagai isu strategis terkait pengelolaan sistem irigasi.
Agenda ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Nomor 449/28/2021 tentang Pembentukan Komisi Irigasi, yang mengatur peran kelembagaan dalam mendukung ketahanan pangan melalui pengelolaan air pertanian.
Rapat diselenggarakan di bawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPPEDA) selaku Ketua Komisi Irigasi, dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai Ketua Harian.
Para peserta rapat meliputi perwakilan dari kelompok tani, organisasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/P3AI), Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, dan Balai Sungai.
Mereka semua memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur pengairan dan mendukung agenda pertanian berkelanjutan.
Dalam rapat tersebut, enam poin utama menjadi fokus pembahasan.
Salah satu yang paling krusial adalah penetapan jadwal masa tanam untuk dua daerah irigasi utama, yaitu:
- Daerah Irigasi Lomaya Alale: 8–23 Juli 2025
- Daerah Irigasi Pilohayanga: 6–25 Agustus 2025
Selain jadwal tanam, para peserta rapat juga menyepakati jenis varietas benih yang akan digunakan secara serentak.
Hal ini bertujuan untuk menyelaraskan kebutuhan air antarwilayah, meningkatkan produktivitas, dan mengefisienkan distribusi pengairan.
“Rapat ini sangat penting karena menghasilkan kesepakatan bersama.
Mulai dari jadwal pengaliran air, varietas benih, hingga pola tanam. Semua ini untuk mencegah benturan kebutuhan air antarpetani di berbagai wilayah,” ujar Maxmilian Lumentut seusai rapat tahunan pada Senin (30/6/2025).
Komisi Irigasi juga berencana menyusun kalender tanam tahunan, yang akan dibahas lebih lanjut dalam rapat lanjutan pada bulan Desember 2025.
Kalender ini diharapkan dapat menjadi pedoman seluruh pemangku kepentingan dalam merencanakan musim tanam secara terpadu.
Namun demikian, tantangan dalam pengelolaan irigasi masih cukup besar. Salah satunya adalah ketidaksinkronan jadwal tanam antarwilayah yang kerap menyebabkan konflik penggunaan air di lapangan.
Selain itu, minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran irigasi juga menjadi kendala tersendiri.
“Salah satu tantangan terberat adalah ketika membutuhkan air untuk tanam, tapi di sisi lain ada yang sedang panen. Jika air tidak bisa dikendalikan dengan baik, maka bisa terjadi kerusakan tanaman,” jelas salah satu anggota Komisi Irigasi.
Baca juga: BREAKING NEWS: Sugondo Makmur Resmi Terpilih Jadi Sekda Kabupaten Gorontalo
Masalah klasik seperti penumpukan sampah dan pertumbuhan tanaman liar di sekitar saluran irigasi juga turut disorot.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan saluran irigasi sebagai tempat pembuangan sampah, karena dapat menghambat aliran dan merugikan petani lain.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi Irigasi juga menegaskan bahwa pengelolaan irigasi yang efisien merupakan bagian penting dari strategi nasional ketahanan pangan, sebagaimana diamanatkan oleh presiden dan gubernur.
“Irigasi adalah tulang punggung ketahanan pangan. Tanpa pengairan yang baik, mustahil kita bisa menghasilkan panen yang maksimal,”
Komisi Irigasi Provinsi Gorontalo menyatakan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan, guna mendukung peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani. (Adv)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.