Berita Viral
Viral! Perwira TNI AL Babak Belur Dikeroyok Jupang di Terminal Arjosari Malang
Mega Perwira Donowati, mengungkapkan, peristiwa pengeroyokan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, didahului oleh sebuah cekcok yang belum diketahui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pengeroyokan-Anggota-TNI-Al-Aktif-di-terminal-Malang-bd.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM–Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video pengeroyokan terhadap seorang anggota TNI Angkatan Laut di Terminal Arjosari, Malang, Jawa Timur.
Korban yang diketahui bernama Letda Laut (PM) Abu Yamin, anggota Polisi Militer Lantamal V Surabaya, mengalami luka serius usai dikeroyok sekelompok pria yang diduga merupakan juru panggil penumpang atau jupang.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis malam, 26 Juni 2025, sekitar pukul 19.30 WIB.
Dalam video yang viral, tampak korban memakai jaket biru dan membawa tas ransel saat tiba-tiba dikeroyok oleh lima hingga enam orang. Aksi brutal tersebut terjadi di jalur keberangkatan bus, membuat suasana terminal mendadak ricuh.
Pelaku yang berjumlah sekitar 5-6 orang preman bermoduskan juru penumpang (jupang).
Perwira TNI itu tampak terluka parah setelah dikeroyok oleh sejumlah orang.
Baca juga: Lowongan Kerja Gorontalo - Mufidah Group Buka Program Magang Admin Medsos dan Operator Desain
Kronologi
Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati, mengungkapkan, peristiwa pengeroyokan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, didahului oleh sebuah cekcok yang belum diketahui penyebab pastinya.
"Kronologi awal secara garis besar diawali dengan cekcok. Namun, pemicu cekcok itu masih belum kami ketahui secara pasti," ujar Mega saat diwawancarai, Jumat (27/6/2025) dikutip dari Kompas.com.
Mega menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat.
Korban tiba-tiba diserang oleh sekitar 5 hingga 6 orang.
Beberapa kru bus di lokasi berupaya melerai, tetapi para pelaku bertindak agresif dan tak terkendali.
"Setelah kejadian tersebut, korban diselamatkan oleh kru lain dan dibawa ke ruang informasi terminal untuk diamankan," jelas Mega.
Pihak terminal segera menghubungi Polsek Blimbing dan layanan ambulans.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Saiful Anwar untuk menjalani perawatan intensif.
"Saya langsung menghubungi Pak Kapolsek dan Pak Kanit Lantas tadi malam. Saat saya tiba di lokasi, korban sudah dibawa ambulans ke RSUD," lanjutnya.
Mega membenarkan bahwa korban merupakan anggota aktif TNI AL.
Sementara itu, pelaku pengeroyokan diduga berasal dari kalangan juru panggil penumpang (jupang).
"Info dari lapangan, pelakunya diduga merupakan jupang. Namun, kami masih perlu melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan tidak ada pihak luar yang terlibat," kata Mega.
Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Lantik Badan Pengelola Geopark, Ini Daftar Namanya
Saksi mata
Peristiwa ini terekam video amatir dan viral di media sosial.
Mengutip TribunJatim, korban memakai jaket warna biru dan membawa tas ransel.
Namun entah apa permasalahannya, korban yang masih belum diketahui identitasnya ini dikeroyok sejumlah orang hingga mengalami luka parah di kepala.
Salah seorang saksi mata yang meminta namanya diinisial, LE membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Kejadiannya terjadi pada Kamis (26/6/2025) kemarin sekira pukul 18.37 WIB. Untuk lokasi kejadiannya di sini, di dekat jalur keberangkatan bus," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com, Jumat (27/6/2025).
Saat kejadian itu terjadi, LE sedang berada di area tengah terminal.
Lalu, terdengar teriakan serta keramaian di jalur keberangkatan bus dan ia pun menghampiri asal suara tersebut.
"Saat itu, korban masih sadar lalu saya bawa masuk ke ruang tunggu terminal. Ketika saya masih telepon ambulans, korban tidak sadarkan diri," bebernya.
Tidak berselang lama, tim medis dan ambulans tiba di Terminal Arjosari dan langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).
Meski demikian, LE tidak mengetahui penyebab atau kronologi detail dari penganiayaan tersebut
Sementara itu dari pantauan TribunJatim.com di Terminal Arjosari pada Jumat (27/6/2025) siang, terlihat ada mobil patwal POMAL terparkir di dalam area terminal.
Baca juga: BSU 2025 Tak Hanya untuk Gaji di Bawah Rp 3,5 Juta, Tenang Gak Usah Takut, Ini Aturan Lengkapnya
Terlihat juga, ada beberapa anggota POMAL tak berseragam dinas berkeliling di sekitar terminal.
Hasil penyelidikan awal mengungkap identitas tiga pelaku yang telah berhasil ditangkap, masing-masing berinisial MA, DS, dan MNH.
Sementara itu, petugas masih memburu beberapa pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.