Profil Tokoh Gorontalo
Punya 13 Gelar, Polisi Gorontalo Ini Kuliah di 2 Kampus Sekaligus, Lulus dengan Gelar Cumlaude
Seorang perwira Polri asal Gorontalo mencuri perhatian publik berkat prestasi akademiknya yang luar biasa. Ialah IPTU Dr. I. Brandes, S.Pd.I., M.Di.,
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/POLISI-GORONTALO-Iptu-Brandes-Anggota-Polda-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Seorang perwira Polri asal Gorontalo mencuri perhatian publik berkat prestasi akademiknya yang luar biasa.
Ialah IPTU Dr. I. Brandes, S.Pd.I., M.Di., M.M., M.K.M., CPHR., CBA., CPM., C.PS., C.GMC., C.TMP., C.HL., C.MTr., yang kini tercatat memiliki 13 gelar akademik dan profesi.
Sosok kelahiran Gorontalo, 5 Mei 1985 ini tak hanya dikenal karena kiprahnya sebagai anggota Polri, tetapi juga sebagai figur yang gigih menuntut ilmu di tengah padatnya tugas dinas.
Yang mengejutkan, Brandes berhasil menempuh dua jenjang pendidikan berbeda secara bersamaan, Magister Manajemen (M.M) di Universitas Gorontalo dan Doktor Administrasi Publik (Dr) di Universitas Negeri Gorontalo—dan lulus dengan predikat cumlaude di keduanya.
“Magister dan doktor saya selesaikan bersamaan dalam dua tahun. Keduanya lulus dengan predikat terbaik dan cumlaude,” ungkap Brandes saat diwawancarai, Jumat (27/6/2025).
Tak berhenti di situ, tahun 2025 ia kembali menyabet gelar Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M) dari Universitas Negeri Gorontalo.
Tiga gelar magister dan satu gelar doktor itu hanya sebagian dari pencapaiannya.
Sebelumnya, Brandes telah menyelesaikan Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) di IAIN Sultan Amai pada 2009 dan Magister Ilmu Administrasi (M.Si) di STIA Bina Taruna Gorontalo tahun 2016.
Misi Intelektual Seorang Polisi
Menurut Brandes, gelar bukan tujuan utama, melainkan bagian dari upaya pengembangan diri yang berkelanjutan.
“Saya hanya ingin membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil dalam membagi waktu untuk belajar, sekalipun di tengah tugas sebagai polisi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, belajar bukan hanya untuk gelar, tapi juga demi meningkatkan wawasan, kepercayaan diri, serta kemampuan mengikuti perkembangan zaman.
Tugas Tak Jadi Halangan
Meski memiliki rekam jejak pendidikan yang padat, Brandes tetap aktif dalam tugas kepolisian.
Sejak bergabung dengan Polri pada 1 Juli 2004, ia pernah bertugas di satuan Brimob selama 14 tahun, menjadi ajudan Kapolda selama 7 tahun.
Lalu pernah jadi ajudan wali kota selama 1 tahun, serta mendapat berbagai penugasan khusus ke Papua, lokasi bencana tsunami di Sulteng, Mekah, Mesir, dan sejumlah misi olahraga di berbagai daerah.
Saat ini, ia bertugas di Biro SDM Polda Gorontalo dan berdomisili di Limboto bersama istri dan dua anaknya.
Tahun 2020, ia menerima penghargaan dari Kapolda, disusul penghargaan dari Kapolri pada 2024 atas dedikasinya sebagai anggota Polri berprestasi.
Brandes mengakui bahwa manajemen waktu adalah tantangan utama.
Ia sering mengorbankan hari libur untuk mengganti waktu kuliah yang tertinggal karena tugas.
“Kalau ada jadwal kuliah yang bentrok, saya tetap sempatkan hadir meskipun sebentar. Yang penting tidak mengorbankan tugas utama sebagai polisi dan tidak juga mengabaikan kuliah,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan kerja.
Bahkan di satuannya, ia mendorong rekan-rekan sejawat untuk ikut kuliah sebagai bentuk peningkatan kualitas SDM Polri.
Dengan sederet gelar yang sudah ia raih, IPTU Brandes mengaku belum puas. Ia berencana melanjutkan studi Magister Filsafat atau Magister Akuntansi dalam waktu dekat.
“Ilmu tidak akan pernah habis. Selama masih bisa belajar, saya akan terus belajar,” pungkasnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.