Sabtu, 7 Maret 2026

Berita Viral

Kombes Pol Richard Dicopot Kapolri Hanya 10 Hari usai Insiden Lempar Telur ke Karyawan Warkop

Kombes Pol Richard B Pakpahan resmi dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda Sulteng.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kombes Pol Richard Dicopot Kapolri Hanya 10 Hari usai Insiden Lempar Telur ke Karyawan Warkop
Kolase TribunGorontalo.com/Instagram/ Google Maps
POLISI ANIAYA KARYAWAN - Kolase foto Kombes Pol Richard B Pakpahan dan Warkop Roemah Balkot. Seorang perwira polisi di Palu diduga menganiaya karyawan gara-gara pesanan salah. (Sumber foto: Instagram Ditsamapta Polda Sulteng/ Google Maps) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kombes Pol Richard B Pakpahan resmi dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda Sulteng.

Pencopotan jabatan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1442/VI/KEP/2025 tertanggal 24 Juni 2025.

Dalam telegram tersebut, Kombes Pol Richard B Pakpahan dimutasi menjadi perwira menengah (Pamen) di Polda Sulawesi Tengah. 

Sementara itu, posisi Dirsamapta diisi oleh Kombes Pol Mikael P Sitanggang, yang sebelumnya menjabat Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara.

Kebijakan Kapolri ini keluar hanya 10 hari setelah insiden Kombes Pol Richard di Warkop Roemah Balkot pada 14 Juni lalu.

Sehingga tak sedikit pihak yang mengaitkan insiden itu dengan pencopotan jabatan Kombes Pol Richard B Pakpahan.

Baca juga: Lowongan Kerja Gorontalo - Mufidah Group Butuh Admin Medsos hingga Karyawan Gudang, Daftar Sekarang!

Apa yang terjadi?

Sebelumnya, Kombes Pol Richard B Pakpahan, Direktur Samapta Polda Sulteng, sempat viral beberapa waktu lalu.

Richard diduga menganiaya pegawai warung kopi (Warkop).

Melansir dari TribunPalu.com, insiden ini terjadi di Warung Kopi Roemah Balkot, Kota Palu pada Sabtu (14/6/2025).

Kejadian bermula ketika karyawan mengantar pesanan Kombes Richard.

Namun ia justru dilempari telur oleh perwira polisi tersebut.

"Saya dilempari telur pesanannya yang setengah matang dan masih panas ke wajah saya dan mengenai mata saya," kata karyawan bernama Clive seperti dikutip TribunGorontalo.com dari TribunPalu.com, Selasa (17/6/2025).

Tak hanya itu, Clive diduga dipukuli oleh Kombes Richard.

Akibat perbuatannya, Kombes Pol Richard kini telah dimasukkan dalam daftar hitam (black list) oleh pihak Warkop Roemah Balkot.

Richard bantah aniaya karyawan Warkop

OKNUM POLISI - Isu dugaan pemukulan yang melibatkan perwira polisi Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Richard B Pakpahan, di Kafe Roemah Balkot, Jl Balaikota Timur, Kota Palu, pada Sabtu (14/6/2025), menjadi perbincangan publik. Kini Kombes Richard dicopot dari jabatan Direktur Polda Sulawesi Tengah
OKNUM POLISI - Isu dugaan pemukulan yang melibatkan perwira polisi Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Richard B Pakpahan, di Kafe Roemah Balkot, Jl Balaikota Timur, Kota Palu, pada Sabtu (14/6/2025), menjadi perbincangan publik. Kini Kombes Richard dicopot dari jabatan Direktur Polda Sulawesi Tengah (HO/TribunJatim.com)

Sementara itu, RIchard B Pakpan membantah sejumlah tudingan yang mengarah padanya.

Menurut Richard, kala itu dirinya menegur karyawan Warkop karena terlambat mengantarkan pesanan mie bercampur telur.

“Pesanan awal anak saya minta indo mie telur, kebetulan lagi demam suka makan Indo mie telur, namun pelayan Balkot hanya mienya yang diantar, jadi kami minta 10 menit telurnya diantarkan ke kami," ungkap Richard.

"Tapi sampai mie nya sudah mengembang telurnya tidak diantar-antar, maka saya masuk ke ruangan dapur meminta telur yang kami sudah pesan itu, bukan masuk memukul. Kalau saya memukul pasti sudah ramai dan viral, karena pengunjung pasti videokan,” tambahnya.

Richard juga tidak menyangkal adanya pelemparan telur ke kepala karyawan.

Namun ia mengaku sudah meminta maaf kepada pihak bersangkutan.

“Jadi saya tidak melemparkan telur itu ke wajah karyawan balkot itu tapi hanya ke kepalanya. Dan saya sudah minta maaf. Itu hanya miskomunikasi,” bebernya.

Kombes Richard juga dikabarkan telah mendatangi keluarga Clive.

Hal ini dibenarkan langsung oleh kakek Clive, Budi Dharmadi.

“Beliau sudah datang ke rumah minta maaf dan mereka sudah saling memaafkan dan damai," papar Budi. (*)

 


(TribunGorontalo.com/TribunLampung.c.id/TribunPalu.com)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved