Penganiayaan di Gorontalo
Polisi Belum Temukan Pelaku Pengeroyokan Ketua LSM di Gorontalo Outer Ring Road: Masih Penyelidikan
Misteri pengeroyokan terhadap Amin Suleman di Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) hingga kini belum terpecahkan.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Amin-Suleman-39-Ketua-GAM-saat-mendatangi-SPKT-Polres-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Misteri pengeroyokan terhadap Amin Suleman di Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) hingga kini belum terpecahkan.
Hampir dua bulan sejak laporan dilayangkan ke SPKT Polres Gorontalo, polisi belum menetapkan tersangka.
Amin Suleman Ketua Umum Gerakan Aktivis Milenial (GAM) Provinsi Gorontalo dianiaya empat pria tak dikenal pada 5 Mei 2025.
Ia sempat melihat wajah salah satu pelaku. Namun karena kurangnya bukti, Amin terpaksa harus menunggu berlarut-larut.
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Gorontalo IPTU Faisal Ariyoga A Harianja memberikan jawaban yang masih sama seperti sebulan lalu.
“Masih penyelidikan, sekarang kita masih penyelidikan,” kata Faisal kepada TribunGorontalo.com, pada Kamis (26/6/2025).
Ketika ditanya soal hambatan, Faisal hanya menyatakan pihaknya tetap berupaya mengungkap pelaku.
“Kendala-kendala semua kita masih sementara berusaha,” tukasnya.
Baca juga: Nama-nama 8 Perwira Polisi Gorontalo Dimutasi Kapolri, Intip Jabatan Baru Mereka
Awal kejadian
Saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (5/5/2025), Amin menceritakan awal mula dirinya dikeroyok.
Sebelum itu, Amin mengaku sempat membuntuti truk kontainer pada pukul 09.45 Wita.
Ia menduga truk itu mengangkut batu hitam ilegal.
Menurutnya, truk itu hendak masuk ke Pelabuhan Anggrek, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
Amin lantas mencegat truk itu. Ia mendekati sopir dan menanyakan tujuan muatan. Sopir mengaku hanya menjalankan perintah dari pihak ekspedisi.
Mencurigai adanya pengangkutan batu hitam ilegal, Amin meminta truk tidak masuk ke area pelabuhan.
Ia juga menghubungi aparat setempat hingga didatangi, namun kemudian dibujuk untuk membiarkan truk masuk.
Karena tetap bersikukuh, Amin menyarankan truk dibawa ke kantor polisi.
Namun, sopir malah melajukan truk ke arah Kota Gorontalo.
Amin mencoba menghadang kendaraan itu di beberapa titik, termasuk di depan SPBU Pertamina dan Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, namun tidak berhasil.
Amin terus membuntuti truk dengan jarak sekitar 200 meter sambil mengirim video ke pimpinan kepolisian.
Namun ketika melintasi kawasan GORR, dua sepeda motor tiba-tiba menghadang Amin.
Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Pria di Kota Gorontalo, Berawal dari Kecurigaan Rekan Kerja
Masing-masing motor ditumpangi dua orang. Mereka mengenakan helm full face untuk menutupi wajahnya.
Tanpa basa-basi, keempatnya langsung menyerang Amin menggunakan balok kayu.
“Saya dihadang, balok sudah dibawa mereka. Saya sempat tangkis-tangkis dan turun dari motor, tapi mereka empat orang. Saya cuma bisa bertahan sebisa mungkin,” ungkap Amin.
Amin diketahui mengalami luka ringan. Ia mengaku mengalami rasa sakit di beberapa bagian tubuh. Jari-jari tangan kanannya mengalami luka ringan dan goresan.
Terlepas dari itu semua. iaa mengaku bersyukur masih bisa selamat.
Setelah insiden di GORR, Amin langsung melapor ke SPKT Polres Gorontalo.
Ia juga menjalani visum di RS Bhayangkara dan diperiksa oleh tim Reskrim.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.