Berita Gorontalo

Petani Gorontalo Tak Perlu Takut Gagal Panen, Ada Program Asuransi hingga Ganti Benih

Cuaca yang semakin tidak menentu tak perlu membuat petani Gorontalo patah semangat.

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
FOTO STOK - Petani di Gorontalo tetap semangat bercocok tanam di tengah cuaca tak menentu. Dinas Pertanian setempat menyiapkan program asuransi dan bantuan benih untuk mencegah kerugian akibat gagal panen. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Cuaca yang semakin tidak menentu tak perlu membuat petani Gorontalo patah semangat.

Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pertanian telah menyiapkan berbagai skema perlindungan, mulai dari asuransi pertanian hingga penggantian benih bagi lahan yang rusak akibat cuaca ekstrem.

Memasuki Juli 2025, sejumlah wilayah di Gorontalo masih diguyur hujan deras, padahal menurut kalender musim, seharusnya ini sudah masuk kemarau.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, mengatakan petani sudah terbiasa menghadapi perubahan iklim, namun tahun ini mereka cenderung lebih waspada.

“Petani sudah familiar dengan kondisi iklim yang tidak bisa diprediksi. Tapi sekarang mereka lebih berhati-hati untuk menentukan waktu tanam,” ujar Muljady, Kamis (26/6/2025).

Asuransi Padi dan Jagung Lindungi Petani

Sebagai bentuk mitigasi risiko, Dinas Pertanian mendorong petani untuk mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Program ini memberikan jaminan perlindungan finansial bagi petani apabila sawah mereka gagal panen akibat banjir, kekeringan, atau serangan hama.

“Preminya hanya Rp36 ribu per hektar per musim tanam, dan jika terjadi kerusakan, petani bisa mendapat ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektar,” jelas Muljady.

Tak hanya padi, kini petani jagung juga bisa mengakses skema asuransi serupa, meskipun tidak mendapat subsidi seperti AUTP.

“Kalau ikut asuransi, petani tidak perlu khawatir. Tanam saja, kalau ada masalah, dia bisa tercover,” tambahnya.

Tercatat, setiap tahun ada sekitar 3.000 hingga 4.000 hektar lahan pertanian yang terdaftar dalam program asuransi ini.

Ganti Benih Jika Tanaman Rusak

Selain asuransi, pemerintah daerah juga menyediakan bantuan benih jika tanaman petani rusak akibat perubahan cuaca.

Syaratnya, kerusakan benar-benar disebabkan oleh faktor alam, bukan kesalahan teknis di lapangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved