Pemkab Gorontalo
Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Maryam Puhi Sebut Posyandu Pilar Pembangunan dan Kesejahteraan Desa
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, Maryam Puhi Pago, mengajak seluruh kader Posyandu untuk memperkuat peran dan fungsi mereka
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ketua-Tim-Penggerak-PKK-Kabupaten-Gorontalo-Maryam-Puhi-Pago.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, Maryam Puhi Pago, mengajak seluruh kader Posyandu untuk memperkuat peran dan fungsi mereka dalam memberikan pelayanan publik.
Hal ini disampaikan dalam sambutannya saat menghadiri pengukuhan Tim Pembina Posyandu tingkat Kabupaten Gorontalo di Bukit Proja, Rabu (25/6/2025).
Maryam menekankan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi menjadi pilar utama pembangunan desa yang tidak hanya bergerak di bidang kesehatan tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Kita tahu bersama bahwa New Posyandu melakukan pemberdayaan masyarakat desa, ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, serta meningkatkan pelayanan masyarakat desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para pengurus Posyandu mendapatkan dukungan dari berbagai tingkatan Tim Pembina Posyandu dari pusat hingga desa/kelurahan.
Tim ini memiliki peran penting dalam memberikan arahan, koordinasi program, pendampingan kegiatan, pembinaan kader, serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Posyandu.
Baca juga: Nama-nama 8 Perwira Polisi Gorontalo Dimutasi Kapolri, Intip Jabatan Baru Mereka
Dalam forum itu, Maryam juga mendorong seluruh kader untuk mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, termasuk menjalin komunikasi efektif dengan seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap, melalui langkah ini dapat tersusun rencana kerja Tim Pembina Posyandu baik secara tahunan maupun bulanan, yang lebih terarah dan strategis.
Maryam menaruh harapan agar implementasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu dapat segera diluncurkan dan dijalankan secara maksimal.
Enam SPM yang dimaksud meliputi di antaranya pendidikan, termasuk layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan program tumbuh kembang anak.
Lalu kesehatan meliputi pelayanan dasar, imunisasi, pemantauan balita, dan promosi kesehatan. Pekerjaan Umum, berkaitan dengan infrastruktur dasar Posyandu dan pemukiman.
Kemudian perumahan rakyat, seperti perbaikan rumah tidak layak huni, serta penyediaan air bersih dan sanitasi. Ketentraman dan Ketertiban Umum, menjaga keamanan lingkungan Posyandu serta perlindungan masyarakat rentan.
Selanjutnya segi sosial termasuk bantuan bagi keluarga miskin, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Tujuan utamanya adalah menghadirkan pelayanan yang lebih komprehensif dan holistik kepada masyarakat. Posyandu bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal kesejahteraan secara menyeluruh,” tegas Maryam.
Maryam berharap Posyandu di Kabupaten Gorontalo mampu berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta menjadi contoh kolaborasi lintas sektor yang efektif di tingkat desa. (Adv)