Banjir Pohuwato Gorontalo
Identitas Korban Tewas Banjir Pohuwato Gorontalo, Rupanya Tante dan Ponakan yang Terseret Arus
Banjir bandang yang melanda dua desa di Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Jumat malam (20/6/2025), menelan dua korban
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KORBAN-BANJIR-POHUWATO-Keluarga-korban-Laras-Tiari-Lakoro-15.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Banjir bandang yang melanda dua desa di Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Jumat malam (20/6/2025), menelan dua korban jiwa.
Musibah yang dipicu hujan deras selama beberapa jam ini merendam permukiman warga dan meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat, khususnya di Desa Tuweya.
Dari laporan resmi yang diterima redaksi, dua warga Desa Tuweya yang meninggal dunia memiliki hubungan keluarga sebagai ponakan dan tante.
Keduanya ditemukan tak bernyawa usai terseret arus banjir di dekat area pemukiman mereka.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi dari Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, banjir mulai melanda sekitar pukul 22.00 Wita.
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Wanggarasi sejak sore hingga malam hari.
Luapan air dari saluran dan sungai kecil yang ada di sekitar permukiman membuat air dengan cepat masuk ke rumah-rumah warga.
Di saat banyak warga sedang bersiap tidur, air mulai masuk ke rumah dengan cepat dan membawa material lumpur.
Beberapa warga berupaya menyelamatkan barang dan anggota keluarga ke tempat yang lebih tinggi.
Diketahui kedua korban sempat berada di dalam rumah saat air mulai naik.
Keluarga mereka menduga keduanya sedang berusaha menyelamatkan barang berharga atau hendak mencari jalan keluar, namun sayangnya terjebak dan terseret arus air yang deras.
Proses pencarian dilakukan oleh warga bersama petugas gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD Pohuwato. Kedua korban ditemukan beberapa waktu kemudian dalam kondisi tidak bernyawa.
Kondisi Terkini dan Respons Pemerintah
Di Desa Tuweya, terdapat 158 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 615 jiwa yang terdampak langsung oleh banjir.
Sementara di desa tetangga, Desa Bohusami, sebanyak 197 KK atau 620 jiwa juga merasakan dampak genangan air, meski tak ada laporan korban jiwa dari desa tersebut.
Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini dan telah memerintahkan semua instansi teknis dan OPD untuk turun langsung menangani dampak bencana.
“Saya telah memerintahkan OPD maupun instansi terkait untuk turun langsung mengatasi serta memberikan solusi nyata terhadap para korban musibah banjir,” ujar Bupati Saipul.
Wakil Bupati pun telah turun langsung meninjau lokasi banjir dan mengawasi proses evakuasi serta distribusi bantuan.
Hingga Sabtu (21/6/2025), tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, dan Tagana masih terus berada di lapangan untuk membantu warga, melakukan pendataan, serta menyalurkan bantuan darurat.
Kapolres Busroni turut mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi.
“Kami masih terus melakukan pemantauan dan pendataan. Data bisa berubah sesuai perkembangan di lapangan. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Kapolres.
Wilayah Wanggarasi merupakan daerah rawan banjir karena topografi rendah dan minimnya infrastruktur pengendali banjir seperti tanggul permanen dan kanal pembuangan air.
Peristiwa ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang melanda Gorontalo dalam lima tahun terakhir.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan audit risiko bencana dan memperkuat mitigasi, termasuk sistem peringatan dini (early warning system) dan edukasi warga untuk evakuasi cepat.
Adapun identitas kedua korban adalah Laras Tiari Lakoro, perempuan, usia 15 tahun, serta Ance Munu, perempuan, usia 42 tahun.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.