Rabu, 11 Maret 2026

Banjir Pohuwato Gorontalo

Identitas Korban Tewas Banjir Pohuwato Gorontalo, Rupanya Tante dan Ponakan yang Terseret Arus

Banjir bandang yang melanda dua desa di Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Jumat malam (20/6/2025), menelan dua korban

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Identitas Korban Tewas Banjir Pohuwato Gorontalo, Rupanya Tante dan Ponakan yang Terseret Arus
WAG Pohuwato
KORBAN BANJIR POHUWATO -- Keluarga korban Laras Tiari Lakoro (15) dan Ance Munu (42) menangis di lokasi rumah duka, Sabtu (21/6/2025). Keduanya meninggal dunia akibat banjir bandang. 

Sementara di desa tetangga, Desa Bohusami, sebanyak 197 KK atau 620 jiwa juga merasakan dampak genangan air, meski tak ada laporan korban jiwa dari desa tersebut.

Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini dan telah memerintahkan semua instansi teknis dan OPD untuk turun langsung menangani dampak bencana.

“Saya telah memerintahkan OPD maupun instansi terkait untuk turun langsung mengatasi serta memberikan solusi nyata terhadap para korban musibah banjir,” ujar Bupati Saipul.

Wakil Bupati pun telah turun langsung meninjau lokasi banjir dan mengawasi proses evakuasi serta distribusi bantuan.

Hingga Sabtu (21/6/2025), tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, dan Tagana masih terus berada di lapangan untuk membantu warga, melakukan pendataan, serta menyalurkan bantuan darurat.

Kapolres Busroni turut mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi.

“Kami masih terus melakukan pemantauan dan pendataan. Data bisa berubah sesuai perkembangan di lapangan. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Kapolres.

Wilayah Wanggarasi merupakan daerah rawan banjir karena topografi rendah dan minimnya infrastruktur pengendali banjir seperti tanggul permanen dan kanal pembuangan air.

Peristiwa ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang melanda Gorontalo dalam lima tahun terakhir.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan audit risiko bencana dan memperkuat mitigasi, termasuk sistem peringatan dini (early warning system) dan edukasi warga untuk evakuasi cepat.

Adapun identitas kedua korban adalah Laras Tiari Lakoro, perempuan, usia 15 tahun, serta Ance Munu, perempuan, usia 42 tahun.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved