Gempa Bumi
Gempa Bumi Baru Saja Guncang Sukabumi, Berikut Info Lengkap BMKG
Sebuah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,0 terjadi pada Jumat, 20 Juni 2025 pukul 14.14 WIB, mengguncang kawasan 19 kilometer tenggara Kabupaten Suka
TRIBUNGORONTALO.COM, Sukabumi – Sebuah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,0 terjadi pada Jumat, 20 Juni 2025 pukul 14.14 WIB, mengguncang kawasan 19 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Meski kecil dan nyaris tak terasa oleh masyarakat, gempa ini menyimpan cerita penting soal dinamika bawah tanah di wilayah rawan ini.
Menurut data BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 7.14 Lintang Selatan dan 106.63 Bujur Timur, dengan kedalaman 88 kilometer di bawah permukaan laut.
Lokasi ini berada di sekitar perbatasan Kecamatan Cikembar dan Lengkong, salah satu kawasan yang berada tak jauh dari jalur sesar aktif Cimandiri.
Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya berada di kawasan yang kompleks secara geologi.
Selain dilintasi jalur subduksi, wilayah ini juga dilewati oleh sesar darat seperti Sesar Cimandiri, Sesar Citarik, dan berdekatan dengan jalur patahan Lembang di utara.
Selama satu dekade terakhir, Sukabumi telah beberapa kali diguncang gempa kecil hingga menengah, yang sebagian besar tidak dirasakan, namun dicatat secara serius oleh BMKG dan lembaga kebencanaan.
Meski kecil, gempa ini menjadi bagian dari aktivitas seismik harian di wilayah Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik.
BMKG menyebutkan bahwa tidak ada potensi tsunami maupun dampak kerusakan.
Namun masyarakat diminta tetap mengikuti kanal resmi BMKG jika terjadi perkembangan data.
Walau gempa berkekuatan M2,0 sering kali diabaikan, para ahli justru menganggapnya sebagai indikator penting dari tekanan yang sedang terjadi di dalam bumi.
Aktivitas kecil ini bisa menjadi mekanisme pelepasan energi alami, atau bahkan pertanda akan datangnya gempa yang lebih besar—meskipun tidak selalu.
Gempa M2,0 yang mengguncang Sukabumi pada Jumat siang mungkin terasa biasa, bahkan tak disadari oleh sebagian besar warga.
Namun, di balik data sederhana ini tersimpan dinamika besar dari kerak bumi yang tak pernah benar-benar diam.
Sebagai negara rawan gempa, Indonesia butuh terus memperkuat sistem deteksi, literasi kebencanaan, serta kesiapsiagaan warga, tak hanya saat gempa besar terjadi—tapi bahkan sejak getaran kecil pertama terdeteksi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/INFO-GEMPA-BUMI-Gempa-Mag20-20-Jun-2025.jpg)