Berita Kota Gorontalo
Pasar Satya Pradja Kota Gorontalo Bakal Digratiskan Selama 2 Tahun untuk Ditempati UMKM
Pemerintah Kota Gorontalo berencana menghidupkan kembali Pasar Satya Pradja yang kini terbengkalai.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PASAR-TRADISIONAL-Wali-Kota-Gorontalo-Adhan-Dambea-tinjau-langsung-pasar-tradisional.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo berencana menghidupkan kembali Pasar Satya Pradja yang kini terbengkalai.
Salah satu langkah strategis yang akan diambil adalah dengan memberikan fasilitas gratis selama dua tahun bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin menempati lapak di pasar tersebut.
Hal itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, saat meninjau langsung kondisi pasar pada Senin (16/6/2025).
“UMKM nanti yang akan mengisi di sini. Mereka tidak akan bayar sewa selama dua tahun. Hanya bayar listrik dan kebersihan,” ujar Adhan kepada Tribun Gorontalo.
Menurut Adhan, kebijakan ini diambil untuk menarik minat pelaku UMKM agar mengisi kembali kios-kios yang kini kosong dan tidak berfungsi.
Setelah masa dua tahun berjalan dan kondisi pasar sudah tertata, barulah akan diberlakukan tarif sesuai ketentuan yang berlaku.
“Nanti kalau sudah tertata bagus, kita kenakan biaya,” tambahnya.
Pasar Sepi, Banyak Lapak Kosong
Pantauan Tribun Gorontalo, kondisi Pasar Satya Pradja saat ini sangat memprihatinkan.
Hanya dua lapak yang masih beroperasi, sementara lainnya tutup total. Di lantai dua, banyak kios terlihat kosong dan tidak terawat, bahkan dipenuhi sampah.
Padahal, pasar tersebut dibangun saat Adhan Dambea menjabat sebagai wali kota periode sebelumnya.
“Pasar ini saya bangun waktu masih jadi wali kota dulu. Tapi sekarang tidak dimanfaatkan, dan itu menyedihkan,” ungkap Adhan.
Langkah revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Gorontalo untuk membangkitkan kembali roda ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.
Pasar Satya Pradja akan dijadikan ruang baru bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh tanpa terbebani biaya tinggi di awal.
Dengan konsep relokasi gratis ini, Adhan berharap para pelaku usaha bisa merasa terbantu dan pasar kembali ramai seperti dulu.
(*)