Kamis, 12 Maret 2026

Polemik Mie Gacoan Gorontalo

Wali Kota Adhan Dambea Perintahkan Mie Gacoan Gorontalo Disegel Mulai Besok!

Gerai Mie Gacoan di Kota Gorontalo terancam ditutup sementara. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengambil sikap tegas penutupan resto asal Malang te

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Wali Kota Adhan Dambea Perintahkan Mie Gacoan Gorontalo Disegel Mulai Besok!
Photo by Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
MIE GACOAN GORONTALO -- Potret Mie Gacoan sore ini, Senin (16/6/2025) di Jl Nani Wartabone Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Gerai Mie Gacoan di Kota Gorontalo terancam ditutup sementara.

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengambil sikap tegas penutupan resto asal Malang tersebut siang tadi, Senin (16/6/2025). 

Adapun penutupan ini menyusul adanya indikasi upah sejumlah buruh proyek pembangunan gerai tersebut yang belum dibayarkan.

"Saya perintahkan antar suratnya, dihentikan aktivitas di situ mulai besok," ungkap Adhan Dambea saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Senin (16/6/2025).

Adhan menegaskan, penutupan Mie Gacoan akan berlaku sampai pihak manajemen melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian.

"Kita tutup selama Mie Gacoan belum melapor ke Polresta Gorontalo Kota," tegasnya.

Wali Kota menjelaskan bahwa ia sangat mendukung masuknya investor ke Kota Gorontalo, namun dengan catatan investor harus mengikuti regulasi yang berlaku.

"Kita memang butuh investasi tetapi bukan investasi yang merugikan rakyat," jelasnya, sembari menegaskan akan selalu berpihak kepada masyarakat.

Baca juga: Penjelasan Resmi PT Pesta Pora Abadi soal Proyek Pembangunan Restoran Mie Gacoan di Kota Gorontalo

Sorotan Wali Kota: Kontraktor Luar dan Keengganan Melapor

Adhan menerima informasi bahwa pembayaran upah buruh tidak dilakukan oleh pihak Mie Gacoan secara langsung, melainkan oleh pihak ketiga (kontraktor).

Namun, menurut Adhan, jika hal itu benar, seharusnya perusahaan melaporkan kontraktor tersebut ke polisi, bukan berdiam diri.

"Kalau itu benar, maka Mie Gacoan lapor ke polisi, tapi sampai dengan sekarang belum melapor berarti kesalahan ada sama mereka," terang Adhan.

Wali Kota juga menyayangkan keputusan Mie Gacoan yang memilih menggunakan kontraktor dari Kalimantan, alih-alih memberdayakan kontraktor lokal Gorontalo.

"Itu salah mereka kenapa ambil kontraktor dari luar, masih banyak kontraktor dari Gorontalo," pungkasnya.

Besok, Selasa (17/6/2025), Satpol-PP Kota Gorontalo dijadwalkan akan mendatangi gerai Mie Gacoan di Jalan Panjaitan Kota Gorontalo untuk melakukan penutupan sementara.

Duduk Persoalan

Upah sejumlah buruh bangunan proyek Mi Gacoan di Kota Gorontalo tak kunjung dibayarkan oleh kontraktor pelaksana, PT Brian Jaya.

Tak tanggung-tanggung, tunggakan gaji tersebut telah berlangsung selama enam bulan, dengan total nilai mencapai sekitar Rp100 juta.

Kondisi ini memicu keprihatinan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Kota Gorontalo.

Pada Kamis (12/6/2025), mereka menggelar aksi demonstrasi di depan DPRD Kota Gorontalo, menuntut pembayaran hak-hak buruh tersebut.

Menurut Arya Sahrain, perwakilan Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Kota Gorontalo, para buruh yang bekerja di bawah naungan PT Brian Jaya ini belum menerima upah sejak Desember 2024 hingga Juni 2025.

"Berdasarkan pengakuan kepala mandor, upah mereka sekitar Rp100 juta belum dibayarkan," ungkap Arya kepada Tribun Gorontalo.

Akibat penunggakan gaji ini, para pekerja kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, bahkan untuk membayar iuran BPJS pun mereka tak memiliki uang.

Massa aksi mendesak manajemen Mie Gacoan untuk mendesak PT Brian Jaya segera melunasi tunggakan upah buruh.

"Jadi kami meminta Mie Gacoan untuk mendesak pihak ketiga untuk membayar gaji mereka," jelas Arya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved