Kamis, 19 Maret 2026

Piala Dunia 2026

Gattuso Resmi Jadi Pelatih Timnas Italia, Proyek Baru Libatkan Legenda Gli Azzurri

Keputusan ini diumumkan pihak Federasi Sepakbola Italia (FIGCC) pada Minggu (15/6/2025).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Gattuso Resmi Jadi Pelatih Timnas Italia, Proyek Baru Libatkan Legenda Gli Azzurri
X/Azzurri_En
TIMNAS ITALIA - Gennaro Gattuso baru saja ditunjuk menjadi pelatih timnas Italia. Penunjukkan ini menandai proyek baru FIGCC. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gattuso resmi ditunjuk menjadi pelatih baru Timnas Italia.

Keputusan ini diumumkan pihak Federasi Sepakbola Italia (FIGCC) pada Minggu (15/6/2025).

Melansir pemberitaan Tribunnews.com, Gattuso dinilai sosok tepat untuk menukangi Gli Azzurri.

"Gattuso adalah simbol sepak bola Italia, seragam Azzurri seperti kulit keduanya," ujar Gravina dalam pernyataannya di laman resmi federasi.

Gattuso bukan sosok asing bagi tim nasional. Ia pernah menjadi bagian dari skuad juara Piala Dunia 2006 dan tampil sebanyak 73 kali bersama tim senior Italia.

Karakternya yang dikenal keras, emosional, dan loyal menjadikannya figur ideal untuk menyuntikkan semangat juang kepada generasi baru Azzurri.

"Motivasi, profesionalisme, dan pengalamannya akan menjadi kunci menghadapi tantangan ke depan," lanjutnya.

Gravina juga menegaskan bahwa Gattuso sejalan dengan proyek pengembangan jangka panjang FIGC.

"Dia tahu pentingnya tujuan kami dan saya berterima kasih atas kesiapan dan dedikasinya dalam menerima tantangan ini." 

"Dia berbagi proyek FIGC tentang pengembangan sepak bola kami, di mana seragam Azzurri adalah bagian sentral," terangnya.

Pria berusia 47 tahun itu pernah melatih klub-klub besar seperti AC Milan, Napoli, Valencia, hingga Olympique Marseille. 

Baca juga: Heboh Isu Patrick Kluivert Mundur dari Timnas Indonesia usai Dipermalukan Jepang, Benarkah?

Meskipun kariernya di level klub tidak selalu mulus, Gattuso dinilai memiliki kedekatan emosional dengan pemain dan memahami dinamika ruang ganti—aura yang sangat dibutuhkan timnas Italia setelah kegagalan demi kegagalan.

Terakhir, Gattuso menjadi pelatih Hajduk Split, namun memutuskan hengkang lebih awal atas kesepakatan bersama.

Penunjukan Gattuso terjadi di tengah tekanan besar. Italia gagal lolos ke dua edisi terakhir Piala Dunia (2018 dan 2022), dan baru saja dipermalukan 0-3 oleh Norwegia dalam laga pembuka kualifikasi 2026. 

Spalletti mengakhiri tugasnya bersama Timnas Italia dengan hasil kemenangan 2-0 atas Moldova, membuat Azzurri kini memiliki 3 poin di grup.

Gattuso akan memulai tugas resminya pada laga melawan Estonia (5 September) dan Israel (8 September) dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia. 

Targetnya jelas, yakni memastikan Italia tidak kembali absen di ajang empat tahunan tersebut.

Proyek Baru Italia

Melansir dari Kompas.com, Kedatangan Gattuso di kursi pelatih juga menandai proyek "Italia Baru" yang dirumuskan FIGC.

Proyek ini akan melibatkan sejumlah mantan bintang besar seperti Gianluigi Buffon, Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, hingga Gianluca Zambrotta dan Simone Perrotta. 

Buffon disebut akan tetap menjabat sebagai kepala delegasi tim, sementara Bonucci dan Barzagli akan masuk dalam staf pelatih Gattuso

Salah satu dari keduanya juga mungkin akan ditugaskan menangani Timnas Italia U21. 

Kabar yang berembus menyatakan Bernardo Corradi bakal meninggalkan posisinya sekarang sebagai pelatih Timnas Italia U21 untuk jadi asisten Massimiliano Allegri di AC Milan.

FIGC juga membentuk posisi baru technical manager alias penangung jawab teknis. 

Posisi itu akan bertanggung jawab terhadap pengembangan metodologis dan teknis di kelompok usia muda. 

Posisi ini tetap akan dijalankan oleh Maurizio Viscidi. Cesare Prandelli, pelatih yang mengantar Italia ke final Euro 2012, turut masuk dalam struktur baru ini.

Ia akan berperan sebagai penghubung antara tim senior dan level usia muda.

"Lebih baik disebut "penanggung jawab" daripada "direktur" untuk menghindari kesalahpahaman mengenai perannya. Ia tidak akan menjadi pengawas Gattuso, tidak akan terlibat dalam pengelolaan tim Italia." 

"Tetapi akan bekerja, baik di lapangan maupun di balik meja, untuk memberikan budaya olahraganya dan ide-idenya kepada FIGC, serta menciptakan skenario baru di mana para pemain muda diberi ruang untuk mengekspresikan bakat mereka," tulis La Gazzetta dello Sport soal posisi penanggung jawab teknis sepak bola.

FIGC ingin memberikan ruang kreativitas yang lebih banyak bagi pemain muda. 

Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan dalam pelatihan usia muda dianggap terlalu menekankan pada taktik dan kedisiplinan. 

Preferensi tersebut dinilai berdampak kepada matinya ekspresi bermain pemain yang mengandalkan teknik individu.

Disebutkan bahwa sepak bola Italia saat ini kehilangan pemain-pemain dengan kemampuan mendribel bola seperti yang dimiliki oleh para legenda seperti Franco Causio, Bruno Conti, Roberto Donadoni, dan Roberto Baggio. 

Model pembinaan dinilai perlu kembali memberi kebebasan teknis kepada pemain, seperti yang diterapkan oleh Spanyol, Perancis, Inggris, dan Jerman. 

"Kita tidak perlu belajar dari siapa pun soal membangun ‘tim’, tetapi sedikit sentuhan berkelas seperti Rivera, Baggio, Del Piero, Totti, Pirlo, itu bisa mengubah segalanya," reads La Gazzetta dello Sport.

 

 

(Tribunnews.com/Kompas.com)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gattuso dan Proyek Italia Baru, Azzurri Ingin Lahirkan Lagi Del Piero dan Totti"

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved