Berita Kabupaten Bone Bolango
Kondisi Terkini Pasar Rakyat Bulango Timur Gorontalo, Ramai Cuma Iduladha
Bangunan Pasar Rakyat Bulango Timur di Desa Bulotalangi, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango bagai terbengkalai.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM – Bangunan Pasar Rakyat Bulango Timur di Desa Bulotalangi, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango bagai terbengkalai.
Jika diperhatikan sekilas, bangunan ini layak ditempati karena nyaris tidak ada kerusakan signifikan.
Namun pasar ini lebih sering tidak ada aktivitas jual beli. Justru jadi tempat hewan ternak sapi karena terdapat rumput tumbuh liar.
Pasar yang terdiri dari dua bangunan satu berbentuk los seperti kamar-kamar. Satu lagi deretan lapak terbuka seolah tak pernah digunakan sama sekali.
Warga menyebut Pasar Rakyat Bulango Timur sempat diresmikan sekitar tahun 2018. Sekarang hanya ramai pada momentum tertentu seperti Iduladha.
“Sempat buka tapi cuma sebentar. Setelah itu tidak ada lagi aktivitas,” ujar Johar Gobel, pedagang Pasar Rakyat Bulango Timur saat ditemui TribunGorontalo.com, Minggu (15/6/2025).
Johar menjadi orang terakhir yang tetap setia berjualan di sana meski hanya sesekali pembeli datang.
Menurut Johar, pasar tradisional ini digadang-gadang bakal menjadi pusat perdagangan di tingkat kecamatan.
Namun harapan itu kini seakan pupus. Tidak ada aktivitas jual beli yang signifikan, bahkan fasilitas yang tersedia perlahan mulai tidak terawat.
Baca juga: Warga Curhat Jalan Rusak di Desa Botuwombato Gorontalo Utara, Diperbaiki saat Kunjungan Presiden RI
Warga lain, Rahmat Supu menyebut persoalan utamanya bukan fasilitas, melainkan kebiasaan masyarakat.
Banyak warga disebut lebih memilih berjualan di depan rumah masing-masing terutama di sepanjang jalan utama.
"Kalau pemerintah mau tegas sedikit, pasar ini pasti bisa jalan lagi," kata Rahmat, warga yang tinggal berseberangan dengan Pasar Rakyat Bulango Timur.
Tidak ada penataan dan penegakan aturan yang konsisten menjadi alasan pasar tersebut tidak diminati pedagang.
Para pembeli juga jarang ke pasar. Mereka cenderung singgah ke lapak yang berada di bahu jalan.
“Harusnya aparat turun tangan. Ada kepala desa, camat, Satpol PP, sampai TNI-Polri bisa ikut bantu. Edukasi dan arahkan pedagang agar masuk pasar, bukan malah bebas jualan di pinggir jalan,” ujarnya.
Rahmat juga menyoroti pemborosan anggaran jika Pasar Rakyat itu dibiarkan begitu saja.
Selain tidak memberi dampak ekonomi, pemerintah juga kehilangan potensi pemasukan dari retribusi.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-kondisi-Pasar-Rakyat-Bulango-Timur.jpg)