Berita Nasional
Idrus Marham Pasang Badan untuk Bahlil: Pemimpin Otentik Tak Layak Dituduh Penipu
Idrus dengan tegas membela Bahlil dari tudingan tersebut, menyebutnya sebagai tuduhan yang tidak berdasar dan tidak objektif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Idrus-Marham-cgb.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, angkat suara terkait tuduhan “penipu” yang diarahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, saat kunjungan kerja ke Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (7/6/2025).
Idrus dengan tegas membela Bahlil dari tudingan tersebut, menyebutnya sebagai tuduhan yang tidak berdasar dan tidak objektif.
Ia menilai aksi demo yang terjadi di Bandara DEO Sorong, yang disertai dengan teriakan bernada tuduhan, telah mencederai prinsip penilaian yang adil terhadap seorang pemimpin.
Idrus menjelaskan, Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Raja Ampat diterbitkan tahun 2017 saat Jonan menjabat Menteri ESDM. Bahlil baru masuk pemerintahan tahun 2019 sebagai Kepala BKPM dan menjabat Menteri ESDM pada 2022.
“Karenanya, tudingan bahwa Pak Bahlil adalah penipu, merupakan sesuatu yang tidak berdasar!” kata Idrus dalam siaran pers, Senin (9/6/2025).
Baca juga: Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, Sagitarius Hari ini 10 Juni 2025: Cinta, Karier hingga Keuangan
Baca juga: Tak Didampingi Pengawal, Verrell Bramasta Nyaris Kewalahan Dikerubungi Fans di Singapura
Ia menyesalkan demonstrasi yang menurutnya dilakukan tanpa memahami "anatomi masalah" secara faktual dan komprehensif.
Idrus juga memuji langkah cepat Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM meninjau langsung lokasi tambang nikel di Raja Ampat.
Menurut Idrus, apa yang dilakukan Idrus itu jsutru bukti nyata pemimpin otentik yang tak menghindar dari masalah.
"Hal ini juga menunjukkan bahwa sebagai pemimpin otentik, Pak Bahlil memang telah terbiasa melihat akar masalah dengan cermat dengan berkomunikasi langsung dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait. Pak Bahlil, bukan tipe pemimpin yang suka menghindari masalah," tegasnya.
Golkar berharap pendemo dan publik untuk bersikap objektif, proporsional, dan bijak dalam menilai isu sensitif seperti tambang di wilayah timur Indonesia.
Diberitakan, demonstrasi sempat pecah saat Bahlil tiba di Bandara DEO Sorong, Sabtu, 7 Juni 2025.
Aktivis lingkungan dari Koalisi Selamatkan Alam dan Manusia Papua menolak aktivitas tambang nikel PT Gag Nikel di Pulau Gag. Beberapa meneriakkan “penipu” saat rombongan melewati pintu kedatangan.
Saat itu, Bahlil hendak mengunjungi lokasi pertambangan nikel di Raja Ampat yang belakangan viral di media sosial.
Dari pantauan TribunSorong.com, aksi tersebut berlangsung sekitar pukul 06.22 WIT saat rombongan Menteri Bahlil Lahadalia tiba di area bandara.
Baca juga: Profil Ernest Prakasa, Komika yang Tutup Akun X usai Kritik Hadiah Jam Tangan Rolex Timnas Indonesia
Baca juga: Jelang Laga Jepang Vs Indonesia, Patrick Kluivert Sebut Keunggulan Tim Samurai Biru
Massa terlihat membawa spanduk dan pamflet dengan berbagai tulisan penolakan terhadap aktivitas pertambangan di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten Raja Ampat.
Ketika Bahlil Lahadalia memasuki ruang transit bandara, massa langsung membentangkan spanduk di pintu kedatangan sekitar pukul 06.25 WIT.
Mereka juga berorasi lantang, menuntut pencabutan izin konsesi tambang nikel di seluruh pulau-pulau di Raja Ampat.
Massa aksi juga sempat meneriaki Bahlil dengan sebutan penipu.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com