Ijazah Jokowi
Perang Pernyataan! Roy Suryo Siap Bersumpah, Singgung Dana Besar dan Kasus Ijazah Jokowi
Diketahui, tantangan tersebut terungkap ketika keduanya bertemu dalam wawancara secara Zoom di Kompas TV, Kamis (5/6/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Roy-Suryo_001.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Polemik kasus ijazah Presiden Joko Widodo kembali memanas. Kali ini, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, melontarkan tantangan keras kepada eks Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, yang menuding dirinya menerima dana besar terkait pengusutan kasus tersebut.
Dalam sesi wawancara daring yang disiarkan Kompas TV, Kamis (5/6/2025), Roy Suryo terlihat emosional dan menyebut tuduhan Ali Ngabalin sebagai fitnah yang sangat serius. Ia pun menantang Ngabalin untuk bersumpah di bawah Al-Qur’an.
Pada kesempatan itu, Roy Suryo pun menantang Ali Ngabalin untuk membuktikan ucapannya.
Untuk itu, ia menantang Ali Ngabalin untuk membuktikan ucapannya.
Baca juga: Ojol Berpeluang Masuk UMKM hingga Bisa Akses KUR, Menteri: Tapi tak Boleh Gegabah!
"Satu lagi mumpung umum ketemu senior saya, Pak Ngadalin, Pak Ngabalin ya gitu," kata Roy Suryo.
"Pak Ngabalin ini mumpung hari yang baik saya ketuk hati Anda ya," imbuhnya.
Ia meminta Ali Ngabalin membuktikan tudingannya soal dana besar yang didapat Roy Suryo Cs.
"Adakah bersedia bersaksi di bawah Alquran bahwa tuduhan Anda saya menerima dana besar itu benar atau tidak?" ucap Roy.
Roy Suryo pun mengaku kalau dirinya berani bersumpah untuk membuktikan ucapan tersebut tidak benar.
"Saya berani bersumpah di bawah Alquran bahwa itu tidak benar sama sekali. Itu bohong, Bang Ngabalin," tuturnya.
Tak menjawab tantangan Roy Suryo, Ali Ngabalin malah memintanya untuk mendengarkan ulang isi pernyataannya.
Ia pun berkilah bahwa kasus ijazah Jokowi ini sudah berlangsung selama 10 tahun.
"Nanti, nanti putar ulang semua podcastnya kemudian dengar baik-baik pakai hati, pakai pikiran dengan teduh."
"Bahwa proses tuduhan terhadap Jokowi 10 tahun dengan ijazah palsu itu berapa biaya yang digunakan? Itu dana besar kan Mas?" timpal Ngabalin.
Roy Suryo pun membantah pernyataan itu dan kemudian disanggah lagi oleh Ali Ngabalin.
"Mas Roy ngomong saya dengar. Jadi kalau saya ngomong, Anda dengar," ucapnya.
Roy Suryo pun lalu mempersilakan Ali Ngabalin untuk melanjutkan pembicaraannya.
"Karena itu saya bilang hanya urusan ijazah palsu 10 tahun berapa biayanya itu? Banyak kan?" kata Ngabalin lagi.
Ia mengatakan kalau pernyataan tersebut harus dibicarakan secara khusus di forum yang berbeda.
"Karena itulah yang saya bilang supaya saya pikir nanti Kompas buat satu forum khusus kita ngomong tentang materi ini ya. Biar kita perjelas satu persatu," lanjut Ngabalin.
Roy Suryo pun bersedia sambil membawa Alquran.
"Kita tunggu bawa Alquran, Bang Ngabalin," tantang Roy Suryo.
Sebelumnya, Roy Suryo naik pitam dan meminta Ali Ngabalin untuk bercermin dan menantang untuk membuktikan ucapannya.
Roy Suryo menantang Ali Ngabalin harus menggantung kepalanya di Monas jika tuduhan proyek besar ini tidak terungkap.
Ia mengatakan kalau Ali Ngabalin telah berbohong.
Baca juga: Lisa Mariana Gugat Ridwan Kamil Soal Anak dan Tuntut Rp16,6 Miliar, Ini Respons Kuasa Hukum
"Profesor katanya, profesor kok bohong," kata Roy Suryo, dikutip dari tayangan di kanal YouTube SINDOnews, Jumat (30/5/2025).
Roy Suryo pun menantang Ali Ngabalin untuk membuktikan soal proyek besar yang dituduhkan.
"Kalau bisa buktikan itu ada proyek besar, ya saya enggak niru orang yang gantung di Monas gitu ya," kata Roy Suryo.
Namun, jika tudingan ini tak terbukti, kata Roy Suryo, maka Ali Ngabalin harus menggantung kepalanya di Monas.
"Tapi artinya dia sanggup enggak membuktikan itu, kemudian kalau enggak, gantung kepala dia di Monas," katanya berapi-api.
"Kalau kalau memang dia bisa membuktikan itu ada proyek, ada proyek besar, dan ada dana besar," tambahnya.
Roy Suryo mengklaim bahwa ia dan teman-temannya merupakan peneliti yang sangat mencintai Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Saya, Dr Rismon, dr Tifa, itu kebetulan adalah memang S1 S2-nya asli UGM," urainya.
Saat diputar kembali pernyataan Ali Ngabalin, Roy Suryo pun memintanya bercermin.
"Nah, ada cermin enggak? Nah, itu dia. Kalau ada cermin mau saya torok di depannya gitu lho," kata Roy Suryo.
Menurut Roy, tudingan Ali Ngabalin tersebut lebih pantas disematkan kepada dirinya sendiri.
"Lah ya dia harusnya bicara untuk dia sendiri dong kalau kayak gitu. Benar-benar kami nih lillahi taala apa yang kami lakukan tuh karena kami cinta kampus ya," jelas Roy lagi.
Roy bahkan menyebut Ali Ngabalin sebagai profesor yang provokator.
"Tunjukkan deh kalau itu misalnya Anda bisa menunjukkan itu dana besar, sama sekali enggak ada dana. Kami datang dengan uang kami sendiri," tegasnya.
Roy bahkan menduga bahwa ada uang yang harusnya diterima dirinya namun tidak pernah sampai.
"Jangan-jangan ada dana yang diterima oleh orang-orang yang dikenal itu, kemudian diambil sendiri. Nah, jelas di kami 0 persen tidak, ada pun nolak ya, tidak ada satu pun," tandasnya.
Sebelumnya, Mantan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Ali Mochtar Ngabali membocorkan rencana jahat di balik kasus ijazah Jokowi.
Ali Ngabalin mengatakan kasus ijazah Jokowi merupakan proyek besar tanpa tender yang menghabiskan banyak uang.
Polemik ijazah Jokowi sudah berlangsung kurang lebih selama dua tahun lamanya.
Ia mengatakan mestinya para pelapor ijazah Jokowi itu mencari makan dengan cara yang benar, bukan dengan mencaci bahkan sampai menuduh.
"Cari makan dengan gaya yang halal. Masa cari makan dengan gaya menghujat dan caci maki," katanya.
Menurutnya ada maksud terselubung yang dimiliki para pelapor ijazah Jokowi.
"Sekarang kita bisa lihat, kita to teh point. Kalau dilihat setiap statment itu kan hanya segitu-gitu saja tidak berkembang."
"Ukurannya gampang, tinggal kita nilai. Kalau sudah keluar hujatan, makhluk apa ini namanya? Kayak bangsa ini tidak punya peradaban," katanya.
Baca juga: Hubungan Keduanya Dapat Restu dari Dua Keluarga, Apakah Fuji dan Verrell Siap ke Hubungan Serius?
"Cari uang dengan cara beradab dan halal. Jangan begitulah, ini mantan petinggi republik, orang maju, bagus," tambah Ngabalin.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.